10 Alasan Utama Mengapa Banyak Perusahaan Memecat Gen Z

AKURAT.CO Belakangan ini, banyak laporan bermunculan mengenai pemecatan pegawai dari Generasi Z oleh perusahaan-perusahaan dengan berbagai alasan.
Menurut survei terbaru dari Intelligent, sebuah platform konsultasi pendidikan dan karier, sekitar 60 persen perusahaan yang disurvei mengaku telah memecat lulusan perguruan tinggi yang baru direkrut tahun ini.
Temuan ini sejalan dengan penelitian yang melibatkan 1.000 manajer, di mana satu dari enam manajer menyatakan enggan merekrut anggota Gen Z kembali karena reputasi yang kurang baik.
Berikut adalah 10 alasan utama perusahaan memecat pegawai Gen Z:
1. Kurangnya Motivasi
Banyak perusahaan melaporkan kurangnya inisiatif dari pegawai Gen Z dalam menjalankan tugas mereka.
Beberapa analisis menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan strategi pelestarian diri dari generasi muda yang skeptis terhadap stabilitas karier yang ditawarkan oleh sistem kerja tradisional.
2. Kurang Profesionalisme
Gen Z sering kali dianggap kurang profesional, dengan perilaku seperti keterlambatan dan ketidakpatuhan pada kode berpakaian. Komunikasi yang kurang formal juga menjadi sorotan.
3. Keterampilan Organisasional Buruk
Pegawai Gen Z sering mengalami kesulitan dalam mengatur prioritas tugas, membuat jadwal kerja yang efektif, dan berkolaborasi dengan rekan kerja.
Baca Juga: Zita Anjani Mundur dari DPRD DKI Jakarta Usai Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus Presiden
4. Keterampilan Komunikasi Buruk
Banyak dari mereka menunjukkan kesulitan dalam berinteraksi secara langsung dengan atasan atau rekan kerja dan cenderung kesulitan menerima umpan balik, baik positif maupun negatif.
5. Sulit Menerima Feedback
Generasi ini sering kali menolak kritik mengenai performa kerja mereka, sehingga menyulitkan proses evaluasi dan pengembangan karier.
6. Kurang Pengalaman Kerja Relevan
Banyak lulusan baru yang belum memiliki pengalaman praktis yang cukup untuk beradaptasi dengan kompleksitas lingkungan kerja.
7. Buruknya Keterampilan Pemecahan Masalah
Gen Z sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang kompleks tanpa bantuan eksternal.
8. Teknikal yang Tidak Memadai
Banyak pegawai Gen Z memerlukan pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan teknis mereka agar sesuai dengan standar industri saat ini.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Paling Ditunggu dalam 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran
9. Ketidakcocokan Budaya
Perbedaan preferensi dalam hal jam kerja, suasana kerja, dan ekspektasi pegawai sering kali membuat Gen Z tidak sejalan dengan norma-norma tradisional di tempat kerja.
10. Sulit Bekerja dalam Tim
Banyak pegawai Gen Z mengalami kesulitan dalam kolaborasi, terutama pada proyek besar yang memerlukan koordinasi erat dengan anggota tim lainnya.
Meskipun Gen Z menghadapi banyak tantangan, penting bagi perusahaan untuk memahami latar belakang dan kebutuhan generasi ini agar dapat mengembangkan strategi yang lebih baik dalam perekrutan dan pengelolaan talenta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










