Akurat

Mengapa Harga Bensin Sering Berubah? Ini Penjelasan Sederhananya

Eko Krisyanto | 2 November 2025, 23:48 WIB
Mengapa Harga Bensin Sering Berubah? Ini Penjelasan Sederhananya

AKURAT.CO Bagi banyak orang, naik turunnya harga bensin menjadi sumber keluhan sekaligus kebingungan. Ketika harga naik, pengeluaran rumah tangga ikut meningkat. Sebaliknya, saat harga turun, masyarakat bisa sedikit bernapas lega.

Namun, perubahan harga di SPBU bukan terjadi secara tiba-tiba, ada proses panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Bensin berasal dari hasil olahan minyak mentah (crude oil), komoditas global yang harganya sangat fluktuatif.

Harga minyak dunia bisa berubah dari hari ke hari, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, politik, hingga pasokan energi internasional.

Dampaknya, harga bensin di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari dinamika global tersebut.

Selain faktor eksternal, faktor dalam negeri juga memengaruhi, seperti kebijakan pemerintah, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta biaya distribusi dan operasional perusahaan energi di Indonesia.

Karena itu, perubahan harga bensin bukan sekadar keputusan sepihak, melainkan cerminan kondisi ekonomi yang dinamis dan saling terhubung.

Faktor Utama Penyebab Harga Bensin Berubah

1. Harga Minyak Dunia

Ini adalah faktor terbesar. Ketika pasokan minyak terganggu atau permintaan global meningkat, harga minyak mentah naik.

Baca Juga: Tips Lepas dari Kecanduan Narkoba, Salah Satunya dengan Meditasi

Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong kenaikan harga bensin di dalam negeri.

2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Minyak dibeli menggunakan dolar. Jika rupiah melemah, maka biaya impor minyak bagi Indonesia menjadi lebih mahal, sehingga harga BBM ikut terdampak.

3. Kebijakan Pemerintah dan Subsidi Energi

Pemerintah dapat menahan kenaikan harga bensin melalui subsidi atau membiarkan harga mengikuti mekanisme pasar sesuai kondisi ekonomi.

Kebijakan ini disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara serta kebutuhan masyarakat.

4. Biaya Produksi dan Distribusi

Mengolah minyak menjadi bensin dan mendistribusikannya ke seluruh wilayah Indonesia membutuhkan biaya besar, terutama untuk daerah terpencil.

Semakin tinggi biaya tersebut, semakin besar potensi penyesuaian harga.

Faktor Tambahan yang Juga Mempengaruhi Harga

Selain faktor utama di atas, beberapa kondisi berikut juga dapat memicu perubahan harga bensin:

  • Situasi geopolitik dunia, seperti perang, embargo, atau konflik di negara penghasil minyak.

  • Musim dan permintaan lokal, misalnya saat libur panjang atau musim mudik, konsumsi bensin meningkat.

  • Perkembangan energi alternatif, seperti meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang berdampak pada permintaan BBM.

  • Kebijakan lingkungan, termasuk pajak karbon dan regulasi emisi yang dapat meningkatkan biaya produksi bahan bakar.

Perubahan harga bensin merupakan hasil interaksi berbagai faktor ekonomi, politik, hingga kebijakan lingkungan, baik di level nasional maupun internasional.

Baca Juga: Mengenal Gejala Sakau: Tantangan Terberat dalam Pemulihan dari Narkoba

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat dapat melihat bahwa fluktuasi harga bensin bukan sekadar keputusan pemerintah, tetapi bagian dari dinamika ekonomi global yang terus bergerak.

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.