Akurat

Survei Goodstats: Le Minerale Jadi Pilihan Utama Pengganti Produk Asing Terafiliasi Israel

Herry Supriyatna | 27 Agustus 2024, 19:25 WIB
Survei Goodstats: Le Minerale Jadi Pilihan Utama Pengganti Produk Asing Terafiliasi Israel

AKURAT.CO Air minum dalam kemasan (AMDK) asli Indonesia, Le Minerale, kini menempati posisi utama di tengah gelombang boikot produk multinasional yang terafiliasi dengan Israel, demikian hasil survei terbaru dari GoodStats.

Survei tersebut menunjukkan Le Minerale berhasil menjadi alternatif pengganti utama, dengan 47,4 persen responden memilihnya. Brand-brand lain yang menyusul secara berurutan adalah Crystaline, Pristine, Cleo, Club, Prima, dan Amidis.

Gerakan boikot ini mendorong konsumen beralih ke produk lokal, menjadikan Le Minerale simbol kualitas dan keunggulan produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar domestik.

Survei bertajuk ‘Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel’ dilakukan oleh GoodStats, sebuah lembaga riset berbasis di Jakarta, dengan melibatkan 1.000 responden online dari 15 hingga 28 Juli 2024.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Digitalisasi Kesehatan, Tantangan SDM Masih Jadi Kendala

Hasil survei menunjukkan bahwa 70,2 persen responden mendukung gerakan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel, dengan 81,5 persen dari produk yang diboikot berupa makanan dan minuman.

Managing Editor GoodStats, Iip Aditiya, mengungkapkan bahwa hasil survei ini memperlihatkan keberhasilan Le Minerale sebagai pilihan utama masyarakat.

“Le Minerale menjadi merek AMDK pilihan masyarakat dengan persentase pilihan mencapai 47,4 persen, menggantikan posisi produk multinasional yang terkena boikot, karena kepercayaan konsumen pada produk lokal yang berkualitas,” ujar Iip.

Iip juga menambahkan bahwa hasil survei ini menunjukkan dukungan kuat masyarakat terhadap Palestina.

Baca Juga: Apa Saja Kendala Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

“Le Minerale, sebagai merek lokal, mendapatkan kepercayaan konsumen yang sejalan dengan sikap pemerintah yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina,” katanya.

Dede Syarif, Sosiolog UIN Sunan Gunung Jati, yang menjadi pembicara dalam pemaparan survei ini, mengatakan bahwa dukungan masyarakat terhadap boikot sangat kuat. Dia menyatakan bahwa adanya produk alternatif di pasar membuat boikot lebih mudah dilakukan.

“Perubahan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin menghargai dan bangga dengan produk dalam negeri,” jelas Dede.

Senada dengan Dede, Algooth Putranto, Dosen Branding dan Komunikasi dari Universitas Pembangunan Jaya, menyatakan bahwa gerakan boikot lebih mudah dilakukan sekarang karena banyaknya produk pengganti.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp38 Miliar, KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Asuransi Jasindo

Dia berharap gerakan ini terus berlanjut dan tidak bersifat temporer agar bisa memberikan dampak yang kuat kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.

Menurut Algooth, meningkatnya dukungan terhadap produk lokal, seperti Le Minerale, dapat memperkuat posisi brand lokal dalam persaingan pasar domestik.

“Gerakan boikot ini tidak hanya menunjukkan solidaritas untuk Palestina, tetapi juga menjadi momentum bagi produk lokal untuk bersinar,” tuturnya.

Survei yang dilakukan oleh GoodStats ini menggunakan metode penelitian kuantitatif (Online Survey) dengan margin of error 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Apa Saja Kendala Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

Sebaran responden meliputi Sumatra (15,3 persen), Kalimantan (4,3 persen), Jawa (66,1 persen), Sulawesi (4,5 persen), Bali-Nusa (6,6 persen), serta Maluku-Papua (3,2 persen). Mayoritas responden berpendidikan Diploma/S1 (52,1 persen), diikuti oleh SMA/sederajat (34,4 persen).

Temuan utama survei ini menunjukkan bahwa 95,3 persen responden mengetahui gerakan boikot, dan 70,2 persen mendukungnya. Sebagai bentuk dukungan, 77,2 persen responden mengaku menghindari produk terafiliasi Israel.

Solidaritas terhadap Palestina menjadi faktor utama yang mendorong aksi boikot ini, dengan 68,1 persen responden menyatakan alasan tersebut sebagai motivasi utama mereka.

Lebih dari 60 persen responden mengakui bahwa aksi boikot ini mempengaruhi pilihan mereka dalam berbelanja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.