Akurat

Singapura Terapkan Kebijakan Baru Tekan Harga Rumah

Demi Ermansyah | 21 Agustus 2024, 13:07 WIB
Singapura Terapkan Kebijakan Baru Tekan Harga Rumah

AKURAT.CO Singapura telah menerapkan serangkaian pembatasan baru pada sektor perumahan umum, sebagai bagian dari upaya Perdana Menteri Lawrence Wong untuk mengendalikan lonjakan harga yang berpotensi menjadi isu politik utama dalam pemilihan umum mendatang.

Langkah-langkah ini mencakup penurunan batas pinjaman terhadap nilai properti yang lebih rendah bagi pembiayaan dari otoritas perumahan umum. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendukung pasar yang stabil dan berkelanjutan, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan bersama Kementerian Pembangunan Nasional dan Dewan Perumahan & Pembangunan pada Senin malam.

Dilansir Bloomberg, keterjangkauan perumahan umum telah menjadi topik yang banyak diperdebatkan, terutama bagi Partai Aksi Rakyat yang telah memerintah Singapura sejak negara itu merdeka pada tahun 1965, dan yang kini menghadapi tantangan dalam mempertahankan popularitasnya.

Baca Juga: Melebihi Ekspektasi, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Tembus 0,4 Persen di Kuartal II-2024

Sekitar 80% rumah tangga di Singapura tinggal di unit perumahan umum yang dibangun dan dijual oleh pemerintah dengan harga bersubsidi. Dalam beberapa tahun terakhir, harga flat bekas mengalami kenaikan signifikan bahkan dalam beberapa kasus mencapai lebih dari SGD1 juta (USD764.000) disebabkan oleh penundaan pembangunan flat baru akibat pandemi dan tingginya permintaan di kawasan yang diminati.

Pada tahun lalu, harga flat umum yang dijual kembali naik 4,9%, dan telah meningkat lebih dari 4% pada paruh pertama tahun 2024, menurut data pemerintah. Dalam kebijakan baru ini, batas rasio pinjaman terhadap nilai properti atau loan to value (LTV) ratio, yang menentukan jumlah maksimum pinjaman yang dapat diambil seseorang dari HDB, akan dikurangi menjadi 75% dari harga atau nilai properti, dari sebelumnya 80%.

Batas pinjaman dari bank komersial tetap sebesar 75%. Kebijakan ini mulai berlaku pada 20 Agustus dan akan diterapkan baik untuk transaksi di pasar sekunder maupun untuk unit baru yang dikenal sebagai flat Build-To-Order mulai Oktober.

"Dengan mempertimbangkan permintaan yang tetap tinggi dan merata untuk flat HDB yang dijual kembali, langkah-langkah ini akan membantu menyejukkan pasar dan mendorong pinjaman yang lebih hati-hati," demikian dinyatakan dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, pemerintah Singapura akan menaikkan hibah perumahan hingga SDG40.000 untuk meningkatkan keterjangkauan bagi pembeli rumah pertama dari kalangan berpenghasilan rendah hingga menengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.