Akurat

Bahlil Diharapkan Mampu Genjot Lifting Migas

Silvia Nur Fajri | 19 Agustus 2024, 14:39 WIB
Bahlil Diharapkan Mampu Genjot Lifting Migas

AKURAT.CO Ekonom berharap Menteri ESDM terpilih, Bahlil Lahadalia mampu meningkatkan lifting migas nasional.

Menurut Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjajaran, Yayan Satyak, sebaiknya peningkatan lifting migas menjadi fokus utama dalam industri energi nasional. Menurutnya, untuk mencapai target lifting migas sebesar 600.000 barrel of oil equivalent (boe) per hari, perlu adanya perbaikan segera terhadap kontrak-kontrak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Yayan juga menekankan pentingnya menangani peralihan pimpinan dengan memastikan fokus pada peningkatan produktivitas lapangan minyak. "Target lifting migas saat ini sedikit lebih rasional, namun tetap harus diikuti dengan pengawasan ketat dari sisi teknologi produksi dan fiscal regime," ujarnya kepada Akurat.co, Senin (19/8/2024).

Baca Juga: Dilantik Jadi Menteri ESDM, Kekayaan Bahlil Lahadalia Capai Rp310 Miliar

Selain itu, dalam dua bulan ke depan, diharapkan dilakukan pemetaan portofolio serta persiapan lapangan migas. Langkah ini bertujuan agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru dapat melakukan due diligence terkait potensi dan kebutuhan investasi untuk inovasi teknologi dan infrastruktur migas di Indonesia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perubahan jabatan ini menandai pergeseran dari posisi sebelumnya, di mana Bahlil menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 2019.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada hari Senin, (19/8/2024), dan dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 92 Tahun 2024 mengenai pengangkatan dan pemberhentian menteri negara.

"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Jokowi saat membacakan sumpah jabatan yang diikuti oleh Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. "Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," tambahnya.

Sebelumnya, Isu terkait reshuffle posisi Menteri ESDM sebenarnya sudah muncul sejak awal Agustus, meskipun pihak istana telah dua kali membantah rumor tersebut. Selain itu, Bahlil Lahadalia sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dari Indonesia Timur dan menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada periode 2015-2019 sebelum bergabung dengan kabinet Jokowi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.