Akurat

PMI RI Anjlok, Sri Mulyani Lakukan Investigasi

Silvia Nur Fajri | 2 Agustus 2024, 17:28 WIB
PMI RI Anjlok, Sri Mulyani Lakukan Investigasi

AKURAT.CO Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan akan melakukan investigasi mendalam terkait penurunan indeks kinerja manufaktur atau Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia, yang mencatatkan angka 51,97% pada kuartal II-2024. Angka ini menunjukkan penurunan dari 52,80% pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini menjadi perhatian utama karena dapat mempengaruhi kinerja ekonomi nasional.

Kemudian, Sri Mulyani menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang akan diperiksa dalam penyelidikan ini, khususnya yang berkaitan dengan permintaan produk manufaktur domestik. Salah satu faktor penting adalah penurunan permintaan, baik dari sisi ekspor yang mengalami pelemahan musiman maupun dari persaingan dengan produk-produk impor. 

"Kami akan fokus pada analisis permintaan dari sisi konsumen. Terutama untuk barang-barang konsumsi, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut," ujarnya dalam konferensi pers KSSK di Gedung LPS pada Jumat (2/8/2024).

Baca Juga: PMI Manufaktur Juli Terkontraksi ke 49,3, Menperin: Para Menteri Jangan Keluarkan Kebijakan Yang Kian Membunuh Industri

Selanjutnya, Sri Mulyani menambahkan bahwa tren penurunan ekspor di negara-negara lain juga mempengaruhi kinerja manufaktur Indonesia. Meskipun demikian, dia menyoroti adanya indikator positif dari sektor non-manufaktur. 

"Indeks PMI yang mengukur sektor manufaktur, seperti tekstil dan alas kaki, tidak sepenuhnya mencerminkan seluruh sektor manufaktur di Indonesia, seperti hilirisasi dan CPO. Kami akan menilai dampaknya terhadap ekonomi secara keseluruhan," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa indeks kepercayaan bisnis mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai level tertinggi sejak Februari. Pada kuartal II-2024, indeks kepercayaan bisnis berada di 17,2 poin, meningkat dari 14,11 poin pada kuartal I-2024. 

"Kenaikan ini menunjukkan adanya optimisme dari pelaku usaha untuk meningkatkan produksi, dengan harapan pasar akan lebih kuat di tahun depan," kata Sri Mulyani.

Serta ia berharap bahwa penurunan PMI ini hanya bersifat sementara dan akan segera membaik. Dia berkomitmen untuk mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha domestik. 

"Jika masalahnya terkait dengan persaingan produk impor, kami akan menerapkan kebijakan fiskal untuk menanggulanginya," tegasnya.

Sehingga, Sri Mulyani memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau data dan merumuskan kebijakan yang efektif untuk mendukung perbaikan kinerja industri hingga akhir tahun. "Kami akan menjaga agar kontraksi ini tidak berkepanjangan dan berharap adanya perbaikan dalam perekonomian global yang dapat mendukung PDB hingga akhir tahun," tandas Sri Mulyani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.