Laba Bersih Unilever (UNVR) Terjun 9 Persen ke Rp2,5 Triliun di Semester I-2024

AKURAT.CO PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melaporkan penurunan laba bersih yang signifikan pada semester I-2024, dengan total laba mencapai Rp2,5 triliun. Angka ini menurun 9% dari Rp2,75 triliun yang dicapai pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini mencerminkan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah ketidakstabilan pasar dan dampak boikot internasional. Menurut Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, meskipun menghadapi berbagai tantangan jangka pendek, perusahaan tetap fokus pada penguatan fondasi bisnis dan peningkatan daya saing merek.
"Kami berfokus pada penguatan fondasi bisnis, peningkatan daya saing merek kami, dan efisiensi biaya untuk meningkatkan profitabilitas," ungkap Benjie dalam pemaparan kinerja semester I-2024 secara virtual, dikutip Kamis (25/7/2024).
Baca Juga: Kantor Pusat Berikan Arahan Baru, Saham Unilever (UNVR) Dapat Rekomendasi Overweight
Benjie menambahkan bahwa dampak dari boikot terkait konflik Timur Tengah antara Palestina dan Israel menjadi salah satu tantangan utama selama periode tersebut. "Situasinya masih tidak stabil saat ini. Kita ingat, puncaknya terjadi pada November dan Desember tahun lalu," jelas Benjie.
Meski demikian, Benjie mengungkapkan bahwa Unilever Indonesia berupaya mengatasi situasi tersebut dengan mendekati masyarakat melalui kerjasama dengan organisasi Islam. "Kami bekerja sama dengan organisasi Muslim, LSM, dan berbagai lembaga lain yang membantu kami memperkuat kontribusi kami terhadap pasar. Kami merasa lebih kuat dari sebelumnya dan akan terus melakukan pendekatan ini," kata Benjie.
Benjie memperkirakan tantangan serupa akan berlanjut di semester kedua, mengingat situasi di Timur Tengah yang belum stabil. "Kami tidak mengharapkan keuntungan besar dari perubahan ini, tetapi ini akan memberikan dasar yang lebih kokoh untuk pertumbuhan di tahun-tahun mendatang di Indonesia," ujar Benjie.
Perusahaan berencana untuk tetap fokus pada daya saing harga, menurunkan margin kotor, dan melakukan investasi yang kompetitif pada sisa paruh kedua tahun ini. "Secara bersamaan, kami menjalankan program transformasi untuk meningkatkan fokus dan mendorong pertumbuhan melalui organisasi yang lebih ramping dan akuntabel," tambah Benjie.
Menurut laporan keuangan, pendapatan domestik Unilever tumbuh 4,1% dibandingkan semester II-2023, meskipun turun 5,7% secara tahunan, terutama akibat melemahnya Pertumbuhan Harga Dasar (UPG). Margin laba kotor meningkat 17 basis poin dari posisi semester II-2023 menjadi 49,7%, meskipun turun 14 basis poin secara tahunan.
Biaya iklan meningkat sebesar 157 basis poin dari 7,6% pada semester I 2023 menjadi 9,1% pada semester I-2024. Margin Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 229 basis poin dibanding semester II-2023 menjadi 16,6%, meskipun menurun 97 basis poin dibandingkan tahun lalu karena investasi yang lebih tinggi pada biaya iklan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








