Airlangga Sebut RI Punya 2 Peluang Pengembangan Ekonomi Hijau
Demi Ermansyah | 3 Juli 2024, 23:16 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan Indonesia memiliki dua peluang dalam pengembangan ekonomi hijau.
"Ekonomi kita bertransformasi menjadi ekonomi hijau berkelanjutan, menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan sejalan dengan target SDGs, Paris Agreement, dan seusai dengan Visi Indonesia Emas 2045 dan target NZE 2060," kata Airlangga dalam acara Green Economy Expo 2024 di Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Peluang pertama, aktivitas ekonomi Indonesia di sektor energi saat ini tengah difokuskan untuk bertransisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Upaya transisi dilakukan melalui penerapan energi surya, angin, air atau hidro, serta biomassa.
Menurut Airlangga, kebijakan energi Indonesia saat ini memang diarahkan untuk pengurangan emisi karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui kombinasi amonia dan Carbon Capture Storage (CCS). "Selanjutnya, ekosistem EV e-mobility perlu terus didorong dan ini tentu mengurangi gas rumah kaca (GRK) akibat pemaparan BBM," ujar Airlangga.
Ia menilai, pengembangan Peta Jalan & Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025-2045 serta Peta Jalan Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Dalam Mendukung Pencapaian Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045 turut akan membantu industri di Indonesia. "Hari ini 152 perusahaan punya sertifikat hijau, dan tentunya ke depan kita berharap akan semakin bertambah," jelasnya.
Kemudian, peluang kedua Indonesia yakni lahirnya pertumbuhan ekonomi baru dari berbagai aktivitas ekonomi sirkuler termasuk industri berbasis sumber daya alam (SDA) hayati berkelanjutan hingga ekonomi biru.
Airlangga mengatakan, pengembangan 22 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga menjadi salah satu upaya pengembangan prinsip ekonomi sirkuler yang dapat mendatangkan investasi hijau. Ia menambahkan, dampak dari inovasi ekonomi hijau juga dapat dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini 22,5 juta yang terdigitalisasi.
"Diharapkan dapat mengembangkan bisnisnya dengan pendampingan dan pendanaan sehingga bisa masuk menjadi bisnis kelas menengah ataupun bahkan besar," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










