Akurat

Bahan Makanan dari RI Kuasai Katering Haji di Mekah dan Madinah

Yosi Winosa | 26 Juni 2024, 15:08 WIB
Bahan Makanan dari RI Kuasai Katering Haji di Mekah dan Madinah

AKURAT.CO Produk bahan makanan asal Indonesia menjadi pemasok utama perusahaan katering untuk kebutuhan haji di Mekah dan Madinah, Arab Saudi. Serapan produk-produk Indonesia di dapur katering tahun ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Hal ini terungkap saat Tim Ekonomi dan Perdagangan Konsulat Jenderal RI di Jeddah melakukan kunjungan ke sepuluh dapur perusahaan katering untuk jemaah haji di Mekah dan Madinah pada periode minggu ketiga Mei hingga minggu kedua Juni 2024. Dapur perusahaan katering yang dikunjungi termasuk Alahmadi Catering, Buraq Al Misk Catering, United Partner Catering, Makram Catering, Doyof Almashaer, dan Bin Martha Catering.

"Gudang bahan kering dari seluruh dapur yang dikunjungi, hampir seluruhnya dipenuhi produk Indonesia. Beberapa produk tersebut di antaranya bumbu jadi, bumbu penyedap rasa, tuna kaleng, kerupuk, mi telur, kemiri, cengkeh, gula merah, kecap, daun salam, daun jeruk, serta sereh," papar Kepala Indonesian Trade Promotion Center, Bagas Haryotejo dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2024).

Baca Juga: Fitnah, Sebut PPIH Hentikan Katering Jemaah secara Sepihak

Selanjutnya, Bagas mengungkapkan, saat ini perusahaan katering tersebut juga menunggu kiriman tambahan pasokan produk santan dari Indonesia yang didatangkan importir Arab Saudi. Selain itu, jemaah haji Indonesia mendapatkan konsumsi makanan siap saji yang didatangkan langsung dari Indonesia, seperti rendang dan gulai dari Pangan Sari dan Jangkar.

"Para juru masak katering mengakui, secara teknis produk bumbu Indonesia memudahkan para juru masak katering untuk produksi makanan, terutama saat puncak haji. Namun, dalam pengolahannya tetap dicampur dengan bumbu olahan khusus untuk menekan biaya dan menyesuaikan selera jemaah," tandas Bagas.

Ia menambahkan, secara umum serapan produk Indonesia di dapur katering haji tahun ini jauh meningkat dibanding tahun lalu dan cenderung seragam di beberapa dapur yang dikunjungi. "Tinggal beberapa hal yang perlu dievaluasi agar stok dapat terjaga, terutama saat puncak haji," ujar Bagas.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, mengungkapkan bahwa kunjungan ke dapur katering haji bertujuan mengoptimalkan penggunaan produk Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan jemaah haji 2024. Ini sejalan dengan upaya promosi dan peningkatan ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi. 

"Kami terus mendorong penggunaan produk Indonesia kepada pihak katering, khususnya untuk produk-produk yang sudah tersedia di Arab Saudi," tambah Yusron.

Dalam lima tahun terakhir (2019—2023), ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi terus mengalami peningkatan dengan tren sebesar 11,46%. Pada 2023, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi mencapai USD658,16 juta. Nilai ini naik 21,8% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD540,35 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi untuk sektor ini di antaranya produk lemak & minyak hewan/nabati, berbagai produk makanan olahan daging dan ikan, produk olahan dari tepung serta produk-produk teh, kopi, dan rempah-rempah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.