Ini Upaya IFC Agar Industri Fashion Tanah Air Tak Kesulitan Bahan

AKURAT.CO Industri fashion Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya memasuki pasar global. Chair IFC, Lenny Agustin, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama adalah pemakaian bahan, terutama dalam konteks produk wastra.
"Biasanya adalah di soal pemakaian bahan ya," kata Lenny kepada Akurat.co di Istora Senayan, Kamis (8/8/2024).
Untuk mengatasi masalah ini, IFC telah mengundang stakeholder dari pabrik tekstil seperti APR dan Instek untuk memberikan dukungan yang lebih baik. Serta, Agustin menjelaskan bahwa wastra, sebuah produk tradisional, menghadapi kesulitan dalam memenuhi standar internasional.
"Kalau kita menyebut wastra ya, agak sulit untuk misalnya kita go internasional terus kita mendapatkan bayar," katanya.
Oleh karena itu, IFC berencana untuk berinovasi dengan menggabungkan wastra dengan tekstil-tekstil pendukung yang mendekati budaya Indonesia. "Yang penting kita memperkenalkan budaya Indonesia dulu," tambahnya.
Baca Juga: APR dan GISTEX Hadirkan Produk Fashion Ramah Lingkungan di MUFFEST+ 2024
Namun, Lenny mencatat bahwa kesulitan tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada selera pasar internasional. Untuk itu, IFC terus berkomunikasi dan menjajaki selera pasar internasional melalui berbagai event seperti Front Row.
"Kalau terlalu medok, terlalu tradisional, itu juga akan sulit diterima," katanya.
Dalam upaya mendukung desain yang lebih internasional, IFC sedang mempersiapkan devstore baru, Moda Bineka. "Moda Bineka itu membuat brand bersama yang seleranya lebih internasional," ungkapnya.
Devstore ini akan menampilkan brand-brand seperti Bineka by Lenny dan lainnya, yang bertujuan untuk membentuk produk dengan tema internasional. Serta, Lenny juga menyoroti masalah kuantitas bahan sebagai kendala, terutama untuk bahan wastra.
"Kuantitas yang belum bisa kalau pakai bahan wastra ya. Tapi kalau pakai bahan pabrikan ya tentunya bisa," jelasnya.
Meskipun ada tantangan dalam mendapatkan bahan dalam jumlah besar, Lenny yakin bahwa kerja sama dengan pabrik tekstil akan mempermudah proses produksi. IFC juga berkomitmen untuk mendukung brand-brand baru dengan pesanan yang lebih kecil.
Ia juga menegaskan bahwa pabrik-pabrik tekstil kini siap untuk menerima pesanan yang lebih kecil, bahkan untuk sampel. "Makanya tadi kan justru brand-brand baru yang mereka support. Biasanya sekitar 5 meteran lah ya. Dan nanti bisa diikuti tanggal 11 silahkan datang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









