Akurat

Spotlight 2024 Majukan Fashion RI Berbasis Budaya dan Inovasi

Hefriday | 13 Desember 2024, 10:26 WIB
Spotlight 2024 Majukan Fashion RI Berbasis Budaya dan Inovasi

AKURAT.CO Ajang Spotlight 2024, sebuah platform untuk menampilkan karya para desainer dan pelaku industri fashion Indonesia, resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Tahun ini, Spotlight mengangkat tema “Cultural Fusion”, menyoroti perpaduan budaya tradisional dan modern yang diwujudkan dalam berbagai koleksi fashion kreatif.  

Acara ini dibuka oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Ita Rulina. Dalam sambutannya, Ita menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, desainer, dan sektor swasta untuk mendorong industri fashion berbasis budaya. “Dengan inovasi dan sinergi, kita yakin fashion berbasis budaya lokal akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia di tingkat global,” ujarnya, Kamis (12/12/2024).
 
National Chair Indonesia Fashion Chamber (IFC), Leni Agustin menyampaikan bahwa pemilihan tema ini bertujuan memperluas cakupan budaya yang bisa diadaptasi oleh para desainer. “Budaya tidak hanya soal wastra tradisional, tetapi juga gaya hidup masyarakat Indonesia seperti budaya ngopi atau kebaya modern. Tema Cultural Fusion membebaskan para desainer untuk bereksplorasi secara kreatif,” ujar Leni di Jakarta Convention Center, Kamis (12/12/2024). 
 
 
Tahun ini menjadi istimewa karena Spotlight pindah ke lokasi baru, yakni JCC, setelah sebelumnya diselenggarakan di Post Block. Leni menyebutkan bahwa ruang yang lebih luas memberikan keleluasaan bagi para peserta untuk menampilkan karya mereka. “Di sini lebih banyak desainer yang ikut serta, lebih banyak karya yang bisa ditampilkan, dan memudahkan penjualan produk-produk mereka,” tambahnya.  
 
Leni menekankan bahwa meskipun budaya menjadi fokus utama, tidak semua karya harus menggunakan bahan tradisional. "Yang penting ada unsur budaya Indonesia, baik tradisional maupun modern. Kami memberikan kebebasan pada desainer untuk menafsirkan budaya ini, sehingga kreativitas mereka lebih luas," jelasnya. Acara ini melibatkan lebih dari 100 desainer dengan seleksi berdasarkan kemampuan mereka menampilkan unsur-unsur Indonesia dalam karyanya.    
 
Dalam acara ini, IFC menekankan pentingnya inovasi dalam desain dan produksi fashion. Proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan penggunaan bahan lokal secara maksimal menjadi fokus utama. Selain itu, IFC juga mendorong masyarakat untuk lebih menghargai karya lokal, meskipun harga produk handmade sering kali lebih tinggi dibandingkan produk massal.  
 
IFC berkomitmen untuk memadukan budaya lokal dengan selera internasional, menciptakan produk yang diminati pasar global. “Ketika kita pameran di luar negeri, karya kita sering mendapat perhatian besar karena memiliki keunikan yang berbeda dibandingkan peserta lain,” ujar Leni.  
 
Spotlight 2024 juga menampilkan trend forecasting yang menjadi acuan pelaku dan pemakai fashion di tahun mendatang. Tren ini mencakup pengaruh budaya lokal yang dikombinasikan dengan elemen modern, seperti gaya minimalis atau palet warna yang lebih universal.  
 
Indonesia Fashion Chamber (IFC) adalah asosiasi desainer dan pelaku industri fashion Indonesia yang didirikan untuk mendukung pengembangan fashion lokal. IFC bertujuan menjadikan fashion berbasis budaya sebagai kekuatan utama Indonesia di pasar internasional. Dengan lebih dari 200 anggota, IFC aktif mempromosikan fashion lokal melalui pameran, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.  
  
Leni Agustin optimistis bahwa dengan sinergi, inovasi, dan apresiasi terhadap produk lokal, industri fashion Indonesia akan semakin berkembang. “Budaya kita sangat kaya, dan itu menjadi sumber inspirasi tanpa batas. Dengan memadukan budaya dan selera pasar internasional, kita bisa menjadikan fashion Indonesia sebagai pemain utama di kancah global,” tukasnya.  
 
Spotlight 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya desainer, tetapi juga menggalakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai dan mendukung produk lokal. Melalui acara ini, IFC berharap industri fashion Indonesia dapat terus bertumbuh dan menjadi pilar ekonomi kreatif yang kokoh di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa