Akurat

Serikat Buruh Sayangkan Pernyataan Menperin Soal Ledakan di Pabrik ITSS

Silvia Nur Fajri | 18 Juni 2024, 13:52 WIB
Serikat Buruh Sayangkan Pernyataan Menperin Soal Ledakan di Pabrik ITSS

AKURAT.CO Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) IMIP Morowali merespons pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengenai kecelakaan kerja yang kembali terjadi di PT ITSS. Pada 13 Juni 2024, dua buruh mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut.

SBIPE menyampaikan apresiasi atas perhatian berbagai pihak terhadap insiden yang terjadi di PT. ITSS. Ketua SBIPE, Henry, mengungkapkan bahwa mereka menghargai rekomendasi perbaikan yang disampaikan oleh Kementerian Perindustrian setelah ledakan yang terjadi pada Desember 2023 lalu.

"Kami mengapresiasi rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan oleh PT. ITSS atas ledakan pada Desember 2023 lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga: Tungku ITSS Meledak Lagi, Asosiasi Buruh: Perusahaan Harus Bertanggung Jawab

Namun, SBIPE juga menyoroti pernyataan Menteri Agus Gumiwang yang disampaikan melalui media terkait kecelakaan kerja pada 13 Juni 2024. Mereka merasa ada perbedaan antara penjelasan Menteri dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

"Kami juga menyayangkan pernyataan tentang kejadian di PT. ITSS pada 13 Juni lalu seolah Pak Menteri mengetahui persis kronologis kejadian, yang kami menemukan berbeda dari penjelasan dalam media," tambah Henry.

Serikat buruh tersebut mengundang Menteri Perindustrian dan timnya untuk datang dan melakukan investigasi menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak. Henry menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan informasi yang telah dikumpulkan terkait insiden tersebut.

"Kami sangat senang jika Pak Menteri bersama timnya datang dan melakukan investigasi menyeluruh, dan kami sangat senang dapat bertemu untuk memberikan informasi yang kami dapatkan dari kejadian tersebut," jelasnya.

Selain itu, Henry juga menyoroti masalah yang belum selesai terkait korban ledakan tungku pada Desember 2023. SBIPE masih mendampingi para korban untuk mendapatkan tanggung jawab dari pihak perusahaan.

"Termasuk korban tragedi ledakan tungku pada Desember 2023 yang masih menyisakan masalah dan sedang kami dampingi untuk mendapatkan tanggung jawab dari pihak perusahaan," ujar Henry.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.