Akurat

Pemerintah Kebut Ratifikasi IC-CEPA Sebelum Oktober 2024

Silvia Nur Fajri | 13 Juni 2024, 17:21 WIB
Pemerintah Kebut Ratifikasi IC-CEPA Sebelum Oktober 2024

AKURAT.CO Indonesia dan Chili telah mengambil langkah maju dalam memperkuat hubungan ekonomi melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA). Perjanjian ini tidak hanya membuka peluang baru bagi kedua negara untuk memasuki pasar non-tradisional, tetapi juga meningkatkan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Dengan fokus pada ekspor produk-produk olahan dari Indonesia ke Chili, serta mengundang investasi dalam sektor pertambangan dan pertanian Chili, IC-CEPA diharapkan dapat membawa keuntungan signifikan bagi kedua negara di tengah tantangan global seperti keamanan pangan dan krisis iklim.

Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Jerry Sambuaga, mengungkapkan potensi besar IC-CEPA dalam membuka pasar baru di kawasan Amerika Latin. "Mengenai potensi CEPA kami, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Chili, pertama kita berbicara tentang potensi dan peluang untuk memasuki pasar non-tradisional," kata Jerry di kantor Kemendag, Kamis (13/6/2024).

Baca Juga: Kemendag Bidik Nilai Perdagangan RI-Chili Rp16 T lewat IC-CEPA

Ia juga menambahkan bahwa perdagangan dan investasi antara kedua negara telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. "Perdagangan kami dengan Chili telah meningkat dan investasi kami, dari kedua belah pihak, telah meningkat dari 160 menjadi 280 persen," jelasnya.

Jerry menekankan pentingnya fokus pada produk-produk yang sudah diproses di Indonesia untuk diekspor ke Chili. "Kami akan fokus tidak hanya pada bahan mentah, tetapi juga, terutama, sangat fokus pada produk yang sudah diproses di Indonesia dan kami ekspor ke Chili," ungkapnya.

Selanjutnya, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chili, Claudia Sanhueza, yang menyatakan bahwa Chili melihat peluang besar dalam kerja sama ini, khususnya dalam sektor pertambangan dan pertanian. "Chili adalah setengah negara pertambangan, tetapi setengah juga negara pertanian. Kami memiliki litium dan tembaga dan mineral langka lainnya yang penting untuk transformasi energi," jelas Claudia.

Selain itu, Claudia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam ekspor produk makanan Chili, seperti ikan salmon, buah-buahan, dan sayuran. "Kami sedang mengerjakan ekonomi kami untuk melakukan itu juga dengan cara yang berkelanjutan," tambahnya.

Dalam data terbaru, produk utama Indonesia yang diekspor ke Chili mencakup produk mineral kimia, makanan, suku cadang, dan baterai otomotif. Neraca perdagangan Indonesia dengan Chili tercatat sebesar USD139,21 juta. "Kami telah memiliki surplus dengan Chili selama beberapa tahun terakhir," kata Claudia.

Melalui pelaksanaan IC-CEPA, kedua negara berharap dapat memperluas kesepakatan ini ke sektor perdagangan jasa dan investasi, khususnya berbasis pada perdagangan digital. "Mudah-mudahan dengan pelaksanaan CEPA dan perluasan CEPA dari perdagangan jasa ke investasi, kita dapat memperluas kesepakatan ini semaksimal mungkin," ujar Claudia.

Sehingga, Indoneisa dan Chili sepakat bahwa ratifikasi IC-CEPA diharapkan dapat selesai sebelum Oktober 2024, yang akan membuka jalan bagi kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Chili. "Kami menunggu aplikasi dari parlemen kami di sana sehingga semua ini dapat diperluas, tidak hanya perdagangan tetapi juga investasi," ujar Claudia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.