Profil Gudfan Arif Ghofur, Penanggung Jawab Jatah Tambang NU

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengambil langkah strategis dalam dunia bisnis setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan izin bagi ormas keagamaan untuk mengelola tambang. PBNU menjadi organisasi keagamaan pertama yang mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya, PBNU telah mendirikan perusahaan (PT) untuk mengelola tambang tersebut. "Kita sudah bikin PT-nya, kita sudah bikin PT dan penanggung jawab utamanya adalah bendum yang termasuk pengusaha tambang," ujar Gus Yahya dikutip Jumat (7/6/2024).
Penanggung jawab proyek tambang ini adalah Gudfan Arif Ghofur, atau dikenal sebagai Gus Gudfan, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU. Gus Gudfan merupakan pengusaha tambang batu bara dengan pengalaman panjang di dunia bisnis.
Baca Juga: Komisi VII: Jatah Tambang Ormas Keagamaan Akal-akalan Pemerintah
Gus Gudfan, salah satu dari sembilan Bendahara PBNU periode 2022-2027, diangkat sebagai Plt Bendahara Umum PBNU pada 10 Agustus 2022 menggantikan Mardani H. Maming yang terjerat kasus korupsi oleh KPK. Menurut situs resmi NU, Gus Gudfan adalah putra KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
Sejak muda, ia aktif sebagai kader dan pengurus NU hingga akhirnya menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU. Karir Gus Gudfan di NU mencakup berbagai posisi penting. Pada periode 2012-2017, ia menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa.
Selanjutnya, ia menjadi Bendahara Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur periode 2013-2018, serta Penasihat RMI PWNU Jawa Timur (2018-2023) dan Penasihat Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor (2019-2023).
Selain itu, Gus Gudfan menempuh pendidikan dasar dan menengah di Lamongan dan Jombang, Jawa Timur, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Darul Ulum Jombang. Setelah lulus kuliah, ia memulai karir bisnisnya pada tahun 2003, mendirikan beberapa perusahaan di bidang minyak dan gas, petrokimia, IT, dan pertambangan batu bara, di mana ia menjabat sebagai komisaris dan direksi.
"Kalau tambang batu bara di Kalimantan Tengah. Ada empat sebenarnya, yang tiga lagi proses pembebasan lahan dan pengurusan izin," ungkap Gus Gudfan dalam sebuah pernyataan pada 12 Agustus 2022.
Beberapa perusahaan yang dipimpinnya memiliki kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia seperti Surabaya, Bali, Semarang, dan Cilegon. Dengan dukungan PBNU dan pengalaman yang dimiliki, Gus Gudfan optimistis proyek tambang ini akan berhasil dan memberikan manfaat besar bagi organisasi serta masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










