Akurat

Tembus 1,07 Juta, Kunjungan Wisman April 2024 Naik 2,41 Persen

Silvia Nur Fajri | 3 Juni 2024, 14:25 WIB
Tembus 1,07 Juta, Kunjungan Wisman April 2024 Naik 2,41 Persen

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada April 2024 sebanyak 1,07 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,41% dibandingkan bulan Maret 2024 (month to month/mtm) dan naik 23,23% dibandingkan April 2023 (year on year/yoy).

"Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada April 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,99 persen), Australia (11,99 persen), dan China (8,06 persen)," kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia A. Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Senin (3/6/2024).

Secara kumulatif, kunjungan wisman dari Januari hingga April 2024 meningkat 24,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan signifikan ini terutama terjadi pada bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta Banten, yang masing-masing mencatat peningkatan sebesar 28,92% dan 38,31%.

Baca Juga: Tembus 927.750, Kunjungan Wisman Januari 2024 Naik 16,19 Persen

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada April 2024 mencapai 756,02 ribu perjalanan. Jumlah ini naik sebesar 9,28% mtm dan 33,13% yoy. 

"Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan April 2024 (33,17 persen) diikuti negara Singapura (16,33 persen), Arab Saudi (10,65 persen), dan China (5,44 persen)," ungkap Amalia.

Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel berbintang pada April 2024 mencapai 47,14%, mengalami kenaikan sebesar 5,77 poin yoy dan 3,73 poin mtm. Berbeda dengan TPK hotel berbintang, TPK hotel non bintang pada April 2024 mencapai 26,21 %, naik 4,35 poin yoy dan 4,11 poin mtm.

"Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2023, yaitu sebesar 1,63 malam," kata Amalia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.