CNGR Gandeng UGM, Menko Airlangga: Untuk Pengembangan Energi Baru

AKURAT.CO Setelah mengikuti Nikkei Forum di Tokyo selama dua hari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memanfaatkan libur panjang untuk mengunjungi fasilitas industri CNGR di Qinzhou, China selatan. Tempat ini berada sekitar 90 km dari Kota Nanning, dekat dengan Asia Tenggara. Menko Airlangga disambut oleh Chairman CNGR Deng Wei Ming.
"CNGR berkomitmen untuk bekerja sama dengan universitas terkemuka di Indonesia dalam pengembangan diversifikasi teknologi industri material untuk energi baru di Indonesia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (27/5/2024).
CNGR adalah perusahaan besar China yang bergerak di bidang pengolahan nikel dari hulu ke hilir, dan memimpin dalam inovasi material energi baru. CNGR mengimplementasikan empat modernisasi industri yakni diversifikasi teknologi, pengembangan global, digitalisasi operasional, dan ekologisasi industri.
Sebagai industri terintegrasi, CNGR memproduksi Sintesa Prekursor Terner dan Nikel Elektrolitik. Perusahaan ini berencana menginvestasikan Rp168,2 triliun dalam 20 tahun ke depan, dan telah berinvestasi Rp32,1 triliun di Indonesia sejak 2021. Fasilitas pengolahan nikel CNGR tersebar di Morowali, Morowali Utara, Weda Bay, dan Batulicin.
Saat ini, CNGR mengembangkan Kawasan Industri Tekno Hijau Konasara (KITHK) di Konawe Utara seluas lebih dari 5.000 hektare, yang akan mulai dibangun pada kuartal keempat 2024 dan menyerap 28 ribu tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Menko Airlangga Paparkan Peluang Investasi di Nikkei Forum 2024
Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan cadangan mineral Indonesia, CNGR menggunakan teknologi OESBF (Oxygen Enriched Side Blown Furnace). Teknologi ini memungkinkan pengolahan bijih nikel dengan cakupan grade lebih luas, efisiensi energi yang lebih tinggi, emisi karbon yang rendah, serta limbah yang ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan oleh industri lain.
Selain itu, sebagai hasil dari kebijakan hilirisasi mineral di Indonesia, CNGR telah memproduksi Nikel Elektrolitik dengan kemurnian 99,99%. Pada 23 Mei 2024, nikel Indonesia telah masuk ke rantai pasokan logam di London Metal Exchange (LME).
Menko Airlangga meninjau berbagai fasilitas industri CNGR, termasuk teknologi OESBF, fasilitas Nikel Elektrolitik dengan teknologi ekstraksi sentrifugasi, dan teknologi produksi prekursor baterai lithium. CNGR adalah pemasok utama prekursor baterai lithium global yang digunakan oleh perusahaan besar seperti Tesla, Samsung, LG, SK, dan Panasonic.
Setelah meninjau berbagai inovasi teknologi, Menko Airlangga mendorong CNGR untuk mendukung pengembangan R&D material energi baru di Indonesia, khususnya bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (FT UGM). "Diharapkan dengan adanya dukungan CNGR, pengembangan material untuk energi baru dapat lebih fokus," kata Menko Airlangga.
Dalam kunjungan ini, Menko Airlangga didampingi oleh Dekan FT UGM Prof. Selo, Prof. Tumiran, dan Prof. Bayu Himawan. Sebagai tindak lanjut, CNGR akan segera mengunjungi UGM, dipimpin oleh Shuo Yin, Chief Expert dari General Institute of Research CNGR, untuk membahas lebih lanjut kerja sama dalam pengembangan Pusat Riset dan Pengembangan Material Energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










