Akurat Logo

Mentan Amran Ajak Para Jenderal TNI Bergerak Bersama Kawal Optimasi dan Pompanisasi

Arief Rachman | 19 Mei 2024, 10:13 WIB
Mentan Amran Ajak Para Jenderal TNI Bergerak Bersama Kawal Optimasi dan Pompanisasi

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bersama para perwira tinggi Jenderal TNI siap bergerak bersama memastikan program optimasi lahan rawa (Oplah) dan pompanisasi di seluruh Indonesia berjalan dengan baik.

Menurutnya, saat ini sudah lebih dari 30 ribu pompa yang terpasang di lahan-lahan eksisting. Dia berharap, pertanaman yang akan dilakukan pada bulan Juni, Juli dan Agustus nanti dapat memastikan pangan di bulan September mendatang dalam kondisi aman sehingga Indonesia dapat mempercepat swasembada.

"Pertama adalah kita harus memastikan sekaligus menggerakkan 30 ribu pompa yang di lahan eksisting ini beroperasi dengan baik. Jangan sampai sawah kering tapi pompa tidak berjalan," ujar Mentan dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Optimasi Lahan dan Pompanisasi Bersama TNI dalam Rangka Percepatan Penambahan Areal Tanam.

Baca Juga: Berawal Daftar Kartu Kredit, 2 Fans Manchester United ini Berkaca-kaca Raih Tanda Tangan Ryan Giggs

Berikutnya, kata Mentan, TNI tidak perlu menunggu survei investigasi dan desain atau (SID) dalam melakukan percepatan melalui optimasi maupun pompanisasi. TNI dipersilahkan bergerak mengawal dan membantu jalannya program yang ada saat ini.

"Terimakasih kepada TNI untuk mengambil bagian percepatan areal tanam yang diawali dengan pompanisasi dan oplah. Kalau ini kita lakukan maka ke depan kita bisa melewati lintasan kritis. Ini adalah solusi cepat krisis pangan. Alhamdulillah terakhir ini kita sudah lihat harga beras jagung dalam posisi stabil berarti ini menunjukan produksi melimpah," katanya.

"Aku dukung TNI agar dalam pelaksanaannya jangan sampai menunggu SID. Pokoknya tanpa SID jalan, jangan sampai kita panen proses atau panen birokrasi," katanya.

Baca Juga: Wajah Kembali Muda Berkat Endolift, Perawatan Tanpa Bedah di Sequoia Clinic

Sebagai informasi, Indonesia saat ini tengah dilanda el nino panjang yang dapat mengancam produksi nasional. Ancaman tersebut bahkan telah menurunkan produksi dalam setahun terakhir. Menurut Mentan, el nino saat ini masuk pada el nino gorila yaitu musim kering terberat sepanjang sejarah.

"Ingat Pak, el nino masih berlanjut sampai sekarang, el nino masih berlanjut. Karena itu kita perlu waspada karena inilah yang paling mengerikan sehingga ini jadi prioritas pemerintah," katanya.

Terkait hal ini, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KSAD), Mayjen Joko Hadi Susilo memastikan akan menurunkan 7 orang perwira tinggi TNI yang membantu langsung kegiatan Oplah dan Pompa. Satu orang di antaranya bahkan berpangkat Mayor Jenderal dan 6 lainnya Brigadir Jenderal.

Baca Juga: Juara di Shanghai, Veddriq Leonardo Selangkah Lagi Menuju Olimpiade Paris 2024

Untuk tim daerah terdapat 15 orang pati berpangkat Mayjen (Pangdam) dan 30 lainya berpangkat Brigjen dari Kasdam dan Irdam. Sementara perwira menengah akan ditempatkan pada tik pusat dan daerah sebanyak 177 orang berpangkat kolonel.

"Kami yakin dengan adanya program pompanisasi ini minimal IP yang tadinya 1 kali bisa bertambah jadi tiga kali dalam semusim. Di lapangan kami juga membuat sodetan sampai pemasangan pompa," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.