Akurat

Riset Lazada: Seller Perlu Perhatikan Faktor Harga, Kemudahan dan Kenyamanan

Yosi Winosa | 17 Mei 2024, 19:13 WIB
Riset Lazada: Seller Perlu Perhatikan Faktor Harga, Kemudahan dan Kenyamanan

AKURAT.CO Lazada baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa pasca pandemi, eCommerce menghadirkan peluang berharga bagi penjual di Asia Tenggara untuk mengembangkan bisnis mereka. 

Seperti yang diketahui, Asia Tenggara sendiri diperkirakan akan memiliki 400 juta pengguna eCommerce pada tahun 2025 mendatang. Meski demikian, di tengah situasi ekonomi yang sulit, biaya hidup menjadi perhatian utama konsumen.
 
Mengacu kepada hasil laporan dari Euromonitor pada tahun 2023 menunjukkan kekhawatiran konsumen global sebanyak 74 persen terhadap meningkatnya harga barang kebutuhan sehari-hari. Bahkan tekanan ekonomi tersebut mendorong banyak konsumen sebanyak 44 persen untuk menabung.
 
 
Oleh karena itu, dalam rangka menjawab tantangan ini secara efektif Chief Business Officer Lazada Indonesia, Stefan Winata menyampaikan bahwa penjual harus mampu menyediakan pilihan harga terbaik agar pembeli dapat memaksimalkan anggaran belanja online. 
 
"Di saat yang bersamaan, penjual harus bisa menawarkan kemudahan dan kenyamanan pembelian melalui pengalaman belanja yang dipersonalisasi," ucapnya melalui keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).
 
Dalam rangka mendukung transisi bisnis yang mulus dari offline ke online dan mendorong penjualan tersebut, lanjut Stefan, Lazada membekali penjual dengan teknologi AI dan solusi digital yang canggih. 
 
Dimana berbagai fitur-fitur komprehensif yang tersedia di Lazada mampu meningkatkan visibilitas dan jangkauan produk ke pembeli, sehingga mendorong pembeli untuk berbelanja dari penjual baru.
 
Tak hanya itu saja, lanjutnya, promosi merupakan salah satu cara terbaik untuk menarik perhatian dan membantu memaksimalkan anggaran pembeli melalui penawaran yang lebih baik atau terbatas. 
 
"Nah, di Lazada para penjual dapat memberikan diskon menarik melalui Flash Sale dan Voucher Toko untuk berinteraksi dengan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan membangun loyalitas terhadap merek," ucapnya. 
 
Bahkan, lanjut Stefan, di Lazada ada fitur diskon LazKoin yang bisa membantu para pelaku usaha mendorong interaksi pengguna, memberikan keuntungan dengan diskon dan hadiah eksklusif untuk pengguna, serta meningkatkan visibilitas produk dan mendorong traffic dan penjualan di toko penjual. 
 
"Jika mengacu kepada festival belanja Ramadan 2024 lalu, Lazada Indonesia mengalami peningkatan pesanan dengan menggunakan LazKoin sebesar 21 kali lipat secara year-on-year (YoY). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin pandai memanfaatkan promosi," paparnya.
 
Ditambah dengan berbagai voucher gratis ongkir, penjual dapat menarik perhatian calon pembeli, meningkatkan rata-rata pembelian, mengurangi produk yang tidak dibeli di keranjang, serta meningkatkan loyalitas pelanggan," katanya kembali. 
 
Sebagai informasi, menurut hasil riset Lazada gratis ongkir menjadi salah satu dari empat faktor utama yang mendorong pembelian, selain penempatan produk, foto, dan penawaran. Hasil survei menunjukkan bahwa 46% pembeli memilih opsi gratis ongkir saat menjelajahi aplikasi.
 
Oleh karena itu, dengan rangkaian solusi Lazada, penjual dapat meningkatkan visibilitas brand kepada pembeli, meraih hasil kampanye yang optimal, dan mendapatkan dukungan penting dalam menjelajahi lanskap eCommerce untuk kesuksesan yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.