Akurat

Di Tengah Tren Penguatan Dolar AS, BKF Sebut Kinerja Neraca Perdagangan Terjaga Baik

Silvia Nur Fajri | 24 April 2024, 15:43 WIB
Di Tengah Tren Penguatan Dolar AS, BKF Sebut Kinerja Neraca Perdagangan Terjaga Baik

AKURAT.CO Dalam upaya menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa neraca perdagangan Indonesia sedang dikelola secara cermat.

Menurut Febrio, kerja sama antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci dalam mengelola neraca perdagangan dengan baik. 

"Soal neraca perdagangan, selalu kita kelola dengan baik dan diantisipasi. Kita bisa bekerja sama antara fiskal dan moneter dan agar bisa bersinergi dengan baik," katanya pada kesempatan Halal Bihalal di Kementerian Keuangan, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga: Capai USD4,47 M, Neraca Perdagangan Maret 2024 RI Surplus 47 Bulan Beruntun

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Maret 2024, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD4,47 miliar. Ini menandai peningkatan yang signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya USD0,87 miliar. 

"Meskipun nilai ekspor Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 4,19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," ucap Febrio.

Menurut laporan terbaru, nilai impor Indonesia pada bulan Maret 2024 mencapai USD17,96 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,6% dari bulan sebelumnya, Februari 2024. Bahkan, terjadi kontraksi sebesar 12,76% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Februari 2023.

"Serta nilai impor Indonesia pada Maret mencapai USD17,96 miliar, mengalami penurunan sebesar 2,6 persen dari Februari 2024 dan terkontraksi sebesar 12,76 persen dibandingkan dengan Februari 2023," sambungnya.

Selanjutnya, Febrio menyatakan optimisme bahwa pihaknya dapat terus mengelola neraca perdagangan dengan baik, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. 

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami kenaikan menjadi Rp16.165 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp16.220 per dolar AS," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.