Akurat

Evaluasi Distribusi BBM Periode Lebaran 2024, BPH Migas: Stok Aman hingga 6 Hari ke Depan

Silvia Nur Fajri | 19 April 2024, 16:44 WIB
Evaluasi Distribusi BBM Periode Lebaran 2024, BPH Migas: Stok Aman hingga 6 Hari ke Depan

AKURAT.CO Menyikapi kebutuhan energi saat libur Lebaran, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa pasokan dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri berjalan lancar.

Pemantauan terhadap stok dan distribusi BBM telah dilakukan sejak tanggal 3 April.

"Kami memastikan ketersediaan BBM dan gas dalam pasokan listrik serta pemantauan posko sumber daya manusia sejak tanggal 3 April," ujar Kepala BPH Migas Erika Retnowati yang juga ditunjuk sebagai Kepala Posko Nasional sektor ESDM, di kantor BPH Migas, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga: DPR Kembali Ingatkan Pertamina Jamin Stok BBM Selama Musim Mudik Lebaran

Dalam pelaksanaannya, koordinasi internal dan dengan berbagai stakeholder seperti Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, BMKG, dan lainnya telah berlangsung baik. Jalur tol dipantau untuk mendapatkan informasi terkait kondisi iklim dan antisipasi bencana.

"Dengan kerja sama yang baik, solusi awal dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan BBM telah ditemukan," kata Erika.

Evaluasi hingga April 2024 menunjukkan ketersediaan BBM dalam masa posko operasi aman, dengan stok yang cukup untuk 4-6 hari ke depan. Pelayanan BBM juga berjalan lancar, dengan 7400 SPBU dan 108 layanan kios Pertamina siaga.

"Meskipun terdapat lonjakan permintaan selama periode libur Lebaran, stok BBM tetap terjaga dengan baik," tambah Erika.

Penyaluran BBM pada tanggal 9 April 2024, mencapai 44,6% dari tingkat normal, sementara arus balik pertama mencatat kenaikan sebesar 21,3% dari penyaluran normal.

Perlu dicatat bahwa bencana alam seperti longsor telah terjadi di beberapa daerah Indonesia selama periode Lebaran 2023, mempengaruhi ketersediaan dan distribusi BBM.

"Kami menekankan perlunya perhatian khusus terhadap pengelolaan BBM, terutama dalam mengantisipasi dan menangani dampak bencana bagi masyarakat umum yang memerlukan bantuan," ungkap Erika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.