Konflik Israel-Iran, Pimpinan Komisi VII DPR Bicara Urgensi Percepatan Transisi Energi

AKURAT.CO Eskalasi konflik Israel dan Iran dikhawatirkan memicu dampak global yang akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, meminta pemerintah mengantisipasi eskalasi konflik Israel dan Iran, khususnya berkaitan dengan dampaknya terhadap kenaikan harga minyak mentah.
"Nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah sudah tembus 16.000, sementara harga minyak mentah nyaris melampaui USD 90/barel. Meski cadangan devisa kita aman, perlu diwaspadai impor bahan baku produksi, termasuk minyak mentah akan semakin mahal ke depannya," kata Eddy di akun X @eddy_soeparno dikutip Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Bawaslu Bersiap Hadapi 270 Sengketa Pileg 2024
Eddy yang juga Sekjen PAN ini menegaskan langkah antisipasi pemerintah penting karena eskalasi di Timur Tengah akan menaikkan harga minyak mentah dan berdampak pada APBN.
"Setiap kenaikan minyak mentah senilai USD1 dolar akan meningkatkan pendapat negara sebesar Rp3,6 T, namun menguras pengeluaran senilai Rp10 T karena kita impor minyak mentah sebesar 1 juta barel/hari. Eskalasi konflik di Timur Tengah akan semakin meningkatkan harga minyak mentah," jelasnya.
Dalam jangka panjang, menurut Eddy Indonesia membutuhkan kebijakan mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mereduksi emisi karbon.
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Sidoarjo Gus Mudhlor Tersangka Pemotongan Insentif ASN
"Kemandirian energi Indonesia bisa tercapai dengan mempercepat pembangunan sumber-sumber energi terbarukan," tutup Eddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










