Akurat

Harga Emas Pekan Ini Ditaksir Tembus USD2.206 per Troy Ounce Karena Ini

M. Rahman | 11 Maret 2024, 14:01 WIB
Harga Emas Pekan Ini Ditaksir Tembus USD2.206 per Troy Ounce Karena Ini

AKURAT.CO Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menaksir harga emas dunia akan mencapai level tertinggi dalam pekan ini akan ke level USD2.206 per troyounce.

Hal ini disebabkan setidaknya oleh empat faktor. Pertama, Bank Sentral AS atau The Fed yang kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga acuannya atau Fed Fund Rate.

Penyebab lain, ekonomi di China kemunginan besar akan membaik seiring kebijakan stimulus People Bank of China (PBoC) atau Bank Sentral China.

Baca Juga: Naik Mulai Rp7.000, Harga Jual Emas Antam Hari Ini Tembus Rp1,186 Juta per Gram

"Penyebab ketiga, Bank of Japan (BoJ) kemungkina besar akan menaikan suku bunga guna memperbaiki perekonomian Jepang yang bermasalah terutama di kuartal IV-2023 yang terkontraksi dan ini kemungkinan besar akan dilakukan BoJ untuk memulihkan perekonomian dengan cara menaikan suku bunga," ujar Ibrahim kepada awak media, Senin (11/3/2024).

Faktor terakhir, geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah di mana Israel melakukan penyerangan terhadap Hisbullah, Libanon. Hal ini memicu serangan balik Libanon ke Israel bersamaan dengan Ramadan 1445 H atau 2024 di Timr Tengah.

Diketahui, pada pernyataan indikasi Ketua Fed, Jerome Powell Rabu pekan lalu mengenai kemungkinan penurunan suku bunga Bank Sentral dalam beberapa bulan mendatang mendorong kepercayaan pasar, sehingga emas mencapai level tertinggi baru di USD2.152 di pasar internasional.

Harga emas internasional mengakhiri bulan Februari 0,25% lebih rendah pada USD2.032,8 per ons, sedangkan harga domestik ditutup 0,67% lebih rendah.

Sementara data MCX Silver menunjukan perak tengah mengalami penurunan harga. Namun terlepas dari kemunduran jangka pendek ini, perak berjangka telah menunjukkan kenaikan yang signifikan di bulan Maret. 

Lonjakan harga emas dapat dikaitkan dengan penurunan indeks dolar (DXY), yang sekali lagi turun di bawah angka 104 tepatnya ke 102. Saat ini, DXY dibanding sekeranjang enam mata uang utama, menunjukkan tingkat stabilitas. Selama lima sesi perdagangan terakhir, indeks dolar telah mengalami penurunan 0,17%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa