Adaro Mineral Cetak EBITDA Operasional USD573,5 Juta di 2023, Naik 17 Persen

AKURAT.CO PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencetak volume penjualan batu bara sebesar 4,46 juta ton di sepanjang 2023 lalu. atau tumbuh 39% dari tahun 2022 dan melampaui target yang berkisar antara 3,8 juta ton hingga 4,3 juta ton.
Tercatat pendapatan usaha pada 2023 naik 20% menjadi USD1,09 miliar, karena kenaikan volume penjualan sebesar 39% yang mengimbangi penurunan ASP sebesar 14% dari FY22.
Adapun EBITDA operasional 2023 sebesar USD573,50 juta atau naik 17% y-o-y, yang tercapai karena kenaikan volume penjualan. Laba inti naik 23% menjadi USD421,02 juta. EBITDA operasional dan laba inti tidak meliputi komponen non-operasional dan komponen yang hanya terjadi satu kali, sehingga mencerminkan kinerja bisnis inti.
Baca Juga: Grup Djarum, Sampoerna hingga Adaro Disebut Merapat ke Prabowo-Gibran, 'Gak Bahaya Ta'
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, Christian Ariano Rachmat mengatakan secara keseluruhan kierja keuangan maupun operasional perseroan pada tahun 2023 cukup memuaskan, dengan dukungan pertumbuhan produksi Lampunut yang memuaskan serta pengakuan pasar yang semakin solid terhadap produk Enviromet.
Dijelaskan, kondisi harga batu bara metalurgi yang kondusif terus mendukung pencapaian ASP kami, dan disertai kenaikan volume dan disiplin biaya, juga meningkatkan profitabilitas. Selain itu, operasi logistik Grup Adaro yang terintegrasi memberikan kinerja dengan snangat baik dalam menghadapi tantangan di Sungai Barito yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca akibat El Nino.
"Akhirnya visi kami di Kaltara semakin terealisasi, dengan kemajuan pada konstruksi smelter aluminium dan infrastruktur terkait sesuai yang diharapkan. Kami tetap berada di posisi untuk merampungkannya pada 4Q2025," kata Christian dikutip Jumat (1/03/2024).
Ditambahkan, volume produksi tahun 2023 mencapai 5,11 juta ton atau naik 52% dari tahun 2022 berkat ketersediaan alat berat dan kinerja yang baik dari para kontraktor. Sementara volume pengupasan lapisan penutup naik 125% menjadi 18,70 juta bank cubic meter, dengan nisbah kupas 3,66x, sedangkan nisbah kupas tahun 2022 tercatat 2,47x.
Adapun belanja modal 2023 mencapai USD134,02 juta seiring berlanjutnya konstruksi smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) serta proyek-proyek infrastruktur di PT Maruwai Coal (MC).
KAI telah merampungkan penyelidikan tanah, perataan tanah, dan pekerjaan penimbunan untuk fasilitas tanur pembakaran di area smelter aluminium.
Setelah mengalami penurunan pada kuartal ll-2023 dan kuartal lll-2023, ASP naik kembali pada kuartal IV-2023, seiring kenaikan harga batu bara metalurgi global. Produk batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi dijual ke berbagai produsen baja yang terdiversifikasi, di Jepang, China, India, Indonesia, dan Korea Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








