Jelang Ramadan 2024, Aprindo Pastikan Ketersediaan Beras

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia atau Aprindo, Roy N Mandey memastikan ketersediaan beras menjelang Ramadan aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir soal lonjakan harga.
Menurutnya, hal ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menyambut bulan suci tersebut. Meskipun belum ada pengiriman beras dari gudang ke Bulog untuk didistribusikan ke ritel dan toko-toko di daerah, namun kebutuhan akan beras sudah terpenuhi dan terjamin, mengurangi kekhawatiran masyarakat.
"Saat ini masih dalam proses untuk menuju pusat perbelanjaan jadi wajar atau normal atau situasi yang kita sebut dengan aman, karena kita masih belum ada butuh pengiriman dari gudang ke Bulog kepada distribusi ritel kemudian toko-toko yang ada di pelosok daerah. Tetapi, kebutuhannya sudah tertutupi, sudah dapat terjamin, tercukupi, masyarakat jangan khawatir,” kata Roy di sela acara Market Review IDX dipantau dari Youtube, Jumat (16/2/2034).
Baca Juga: Impor Beras Januari 2024 Melonjak 135 Persen ke USD279,2 Juta, Ini 3 Negara Asal Terbesar
Kemudian, Roy menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama beras, mengingat kebutuhan yang meningkat selama bulan Ramadan. Meskipun sebagian besar beras diproduksi secara lokal, terdapat situasi di mana impor diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kita tau pangan itu ada dua hal utama, satu adalah dalam negeri produktivitas dalam negeri sendiri kita baik itu beras dan gula. Tapi ada dimana kondisi situasi harus impor. Kenapa demikian? Karena memang kebutuhan daripada masyarakat tidak tercukupi dengan produktivitas di dalam negeri," ungkap Roy.
Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi Dodo dan Badan Pengawas Perdagangan Beras (Bulog), Aprindo telah mengingatkan pemerintah tentang pentingnya langkah preventif dalam menjaga ketersediaan beras. Langkah-langkah ini termasuk pengenalan cadangan beras pemerintah di retail modern untuk memastikan pasokan terjamin.
"Aprindo sudah ingatkan dan sudah terealisir mulai Senin kemarin, ketika dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Bapanas serta Bulog untuk bagaimana mengenalkan cadangan beras pemerintah (CBP) pada ritel modern," ungkapnya.
Selain itu, Roy juga menyoroti perlunya koordinasi dan komunikasi yang intensif antara pelaku usaha dan pemerintah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan puasa. Meskipun masih ada proses pengiriman dari gudang ke toko di daerah terpencil, kebutuhan masyarakat sudah dapat terpenuhi dengan baik.
"Pada saat puasa, perlu adanya koordinasi dan komunikasi intens antara pelaku usaha," jelas Roy.
Aprindo mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Bulog dalam memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. Ia berharap bahwa tanda tangan impor yang tepat dan koordinasi antar sektor terkait akan dilakukan dengan cepat untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai menjelang Lebaran.
"Kita mengapresiasi, langkah cepat dari Bapanas dari Bulog. Sehingga, kita dapat terealisir bagi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang sama kita harapkan Lebaran nanti," ucapnya.
Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan instansi terkait, diharapkan ketersediaan beras dan kebutuhan pokok lainnya akan tetap terjamin dan tidak terlambat saat Ramadan tiba.
Sehingga, ia menekankan pentingnya tanda tangan impor yang tepat waktu dan koordinasi komunikasi antara produsen sektor hulu dan sektor transportasi logistik. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan pangan yang krusial bagi masyarakat.
"Jangan sampai terlambat tanda tangan impor dan koordinasi komunikasi terutama antara produsen sektor hulu antara transportasi logistik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










