Akurat

IKAPPI Sentil Ketidakseriusan Pemerintah Kelola Beras, Bikin Harga Bergejolak

Yosi Winosa | 12 Februari 2024, 14:35 WIB
IKAPPI Sentil Ketidakseriusan Pemerintah Kelola Beras, Bikin Harga Bergejolak

AKURAT.CO Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyoroti ketidakpastian pasokan dan harga beras yang semakin memburuk.

Menurut laporan terbaru yang diterima, harga beras medium naik mencapai Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium melonjak hingga Rp18.500 per kilogram. Masalah ini disebutkan dipicu oleh beberapa faktor yang harus segera diatasi.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola beras sejak 2022 memicu ketidakpastian harga beras.

Baca Juga: Kampanye Akbar di Bandung, Harga Beras Tinggi, Ganjar: Sembako Jangan Diperdagangkan Siapapun

Menurutnya dari laporan terbaru, kegagalan dalam mengelola musim tanam tahun 2022 telah menyebabkan data produktivitas beras yang tidak konsisten, menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas harga.

"Pemerintah tidak serius dalam mengelola perberasan sejak musim tanam tahun 2022, mengakibatkan ketidakpastian dalam produktivitas beras kita yang data-datanya simpang siur,” jelas Reynaldi dalam keterangan tertulis, Senin (12/2/2024).

IKAPPI juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara beras yang digunakan untuk bantuan sosial dan yang diperdagangkan di pasar. "Sinkronisasi data ini penting untuk menjaga keberlangsungan pasar agar harga tidak melonjak tinggi," tambah Reynaldi.

Lebih lanjut, IKAPPI menekankan agar pemerintah berhati-hati menghadapi lonjakan permintaan beras dan kesulitan dalam memperolehnya di pasar tradisional. 

"Dalam momen politik dan musim pemilu seperti sekarang, banyak beras yang diambil di luar pasar tradisional atau oleh produsen besar. Ini merupakan tantangan yang harus diatasi oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras di pasar tradisional," ungkap Reynaldi.

Sementara itu, IKAPPI juga meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret guna menyelesaikan masalah harga beras ini demi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.