Akurat

Kompetitif, Produk Kosmetika Pillar Cosmetiklon Diharapkan Dongkrak Blue Economy

M. Rahman | 3 Februari 2024, 20:23 WIB
Kompetitif, Produk Kosmetika Pillar Cosmetiklon Diharapkan Dongkrak Blue Economy

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap produk kosmetika dari PT Pillar Cosmetiklon Indonesia turut mendorong blue economy. Pasalnya, industri komestika secara umum bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi.

Hal tersebut disampaikan di sela kunjungan ke pabrik PT Pillars Cosmetiklon Indonesia di Tangerang, Banten, Sabtu (3/2/2023).

Menurutnya, kehadiran PT Pillars Cosmetiklon Indonesia dalam industri kecantikan nasional diharapkan akan turut memajukan industri kosmetik di Indonesia. Ia pun berharap industri kosmetik di Indonesia kian berkembang dan berdaya saing di pasar dalam negeri dan mulai membuka pasar ekspor yang lebih luas.

Baca Juga: Kian Cantik, Eskpor Kosmetika RI Januari - Oktober 2023 Tembus USD601 Juta

"Dan kami juga berharap PT Pillars Cosmetiklon Indonesia dapat turut berperan serta mendukung penguatan blue economy dengan semakin banyak memanfaatkan bahan baku kosmetik dari perairan Indonesia," ujar Menko Airlangga di Tangerang, Sabtu (3/2/2024).

PT Pillar Cosmetiklon Indonesia sendiri berdasarkan data Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin memproduksi beragam kosmetika mulai dari facial wash, serum, cream dan sebagainya dengan kapasitas produksi 4.846.500 pcs per tahun.

Ditambahkan, industri kosmetika nasional kian berkembang seiring bonus demografi atau meningkatnya populasi penduduk Indonesia berusia muda dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga penampilan dan kesehatan kulit.

Pertumbuhan fenomenal industri kosmetik di Indonesia ditandai dengan pertumbuhan jumlah industri kosmetik di Indonesia yang mencapai 21,9% di kuartal II-2023, yakni dari 913 perusahaan di tahun 2022 menjadi 1.010 perusahaan pada pertengahan 2023.

Industri kosmetik nasional juga mampu menembus pasar ekspor dimana secara kumulatif untuk periode Januari-November 2023 nilai ekspor untuk produk kosmetik, wewangian, dan essential oils tercatat mencapai USD770,8 juta.

"Dengan komposisi 95 persen industri kosmetik lokal merupakan Industri Kecil dan Menengah, industri ini tercatat mampu menyerap tenaga kerja sekitar 59.886 orang pada tahun 2022," imbuhnya.

Dari berbagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan kosmetik di Indonesia, segmen pasar terbesar didominasi segmen perawatan diri (personal care) dengan volume pasar sebesar USD3,18 miliar pada tahun 2022, disusul skincare sebesar USD2,05 miliar, kosmetik USD1,61 miliar, dan wewangian USD39 juta.

Potensi market size secara nasional pada tahun 2023 bisa mencapai 467.919 produk atau meningkat lebih dari 10 kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sementara itu, secara global diperkirakan dapat mencapai USD473.21 miliar pada tahun 2028 dengan pertumbuhan rata-rata 5,5% per tahun.

Lebih lanjut, penjualan produk personal care dan kosmetik mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir ini di tengah masifnya perkembangan e-commerce di Indonesia. Sejak tahun 2018 hingga 2022, personal care dan kosmetik merupakan top 3 penjualan di market place, dengan nilai transaksi mencapai Rp13.287,4 triliun dan volume transaksi 145,44 juta.

Dewasa ini, pasar kosmetik dan personal care juga digerakkan oleh tren dan kesadaran penggunaan kosmetik berlabel halal, sehingga mendorong munculnya produk dan merek baru yang memadukan bahan-bahan alami sebagai inovasi produk kecantikan.

Tren sustainable cosmetics atau kosmetika berkelanjutan juga mulai marak belakangan. Untuk itu industri kecantikan nasional diharapkan memaksimalkan sumber daya alam sebagai bahan baku kosmetik termasuk juga microalgae serta mendorong kemajuan blue economy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa