Akurat

PTPP dan ADHI Menangi Kontrak Proyek Kereta Api di Filipina Rp8,4 Triliun

M. Rahman | 12 Januari 2024, 19:24 WIB
PTPP dan ADHI Menangi Kontrak Proyek Kereta Api di Filipina Rp8,4 Triliun

AKURAT.CO BUMN karya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) ditunjuk Pemerintah Filipina untuk menggarap pembangunan prasarana perkeretaapian Malolos - Clark Railway Project.

Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir di sela kunjungan kerja di Manila, Filipina. Menurut Erick, penunjukan kedua BUMN dalam proyek senilai total USD2,75 miliar setara Rp41,25 triliun tersebut tertera dalam penandatanganan pada Juli 2023 yang disaksikan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr.

"Malolos - Clark Railway Project ini menjadi bukti bahwa jika pengelolaan BUMN Karya dijaga dengan benar dan governance-nya mengikuti standar terbaik, maka BUMN Karya dapat berkinerja dan memberikan kontribusi yang optimal," kata Erick dikutip Jumat (12/1/2024).

Baca Juga: PTPP Kantongi Rp31,67 Triliun Proyek Baru Sepanjang 2023

Adapun porsi nilai proyek yang dilimpahkan ke dua BUMN sebesar USD560 juta atau setara Rp8,4 triliun, dengan porsi 51% ADHI dan 49% PTPP. PTPP dan ADHI memenangi nilai tersebut usai mengikuti tender 9 kontrak pekerjaan yang dilelang.

Erick menambahkan, ADHI dan PTPP berhasil memenangkan kontrak pekerjaan yang dilelang dengan menggunakan kerangka pengadaan International Competitive Bidding (ICB) yang distandarkan oleh ADB.

"Dari 9 kontrak pekerjaan yang dilelang dengan nilai proyek sebesar USD2,75 miliar, Joint Venture Adhi Karya dan PP mendapatkan 2 kontrak package secara profesional senilai USD560 juta," imbuh Erick.

Menurutnya, ini menjadi prestasi yang menjadi bukti bahwa BUMN Karya dapat bersaing dengan pemain besar internasional di bidang kontruksi dan menjadi modal BUMN Karya dalam mengikuti pelelangan internasional.

Saat ini, lanjut Erick, ADHI dan PP dalam proses penerbitan untuk Phillippine Contractors Accreditation Board (PCAB) atau Surat Usaha Jasa Kontruksi (SUJK) dari Pemerintah Filipina.

Sementara, proses pembebasan lahan juga tengah dilakukan Pemerintah Filipina dan ground breaking atas proyek ini direncanakan pada Maret 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa