Volume Kendaraan Yang Melintasi Tol Trans Sumatera Naik 52 Persen Selama Libur Nataru 2024

AKURAT.CO PT Hutama Karya (Persero) mencatat 1,5 juta kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama dua pekan periode libur Nataru 2024 (18 Desember - 3 Januari 2024).
Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 38% jika dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal dan 52% jika dibandingkan Nataru 2023.
Angka ini merupakan total VLL dari 9 ruas JTTS yang beroperasi penuh, yaitu Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang - Indralaya (Palindra), Tol Indralaya - Prabumulih (Inpra), Tol Bengkulu - Taba Penanjung (Bengtaba), Tol Pekanbaru - Dumai (Permai), Tol Pekanbaru - Bangkinang (Pekbang), Tol Binjai - Langsa Seksi 1 & 2 (Binjai – Kuala Bingai), Tol Indrapura – Lima Puluh, dan Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 2 – 6 (Seulimeum - Baitussalam).
Baca Juga: Arus Balik Nataru 2024, Tol Trans Sumatera Dilintasi 443 Ribu Kendaraan
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa dari total VLL tersebut, jalan tol yang memiliki trafik tertinggi terdapat di Tol Pekanbaru - Dumai sebanyak 303.446 kendaraan.
"Tingginya trafik di tol ini diperkirakan karena besarnya minat masyarakat dari Pekanbaru yang akan berlibur ke Melaka melalui Pelabuhan Internasional Dumai ataupun sebaliknya. Banyak masyarakat Dumai yang merayakan libur tahun baru di Pekanbaru," ungkap Tjahjo dikutip Sabtu (6/1/2024).
Ditambahkan, sementara untuk 2 tol fungsional yang dibuka guna mendukung kelancaran Nataru adalah Tol Kuala Bingai – Tanjung Pura, yang mempersingkat akses dari Langsa ke Binjai, dilalui 62.000 kendaraan dari 23 Desember 2023 hingga 10 Januari 2024.
Sedangkan Tol Bangkinang – Koto Kampar, yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, dilintasi 12.000 kendaraan selama periode 24 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.
"Kendaraan yang melintas pada kedua jalan tol fungsional tersebut didominasi oleh kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi. Dengan trafik yang signifikan tersebut, terlihat antusias tinggi pengguna jalan tol menggunakan JTTS sebagai jalur alternatif guna mempermudah akses antar kota maupun antar provinsi di Sumatera," imbuh Tjahjo.
Persiapan Matang
Menurut Tjahjo, sejumlah strategi yang diterapkan oleh Hutama Karya dalam mengantisipasi lonjakan trafik turut mendukung keberhasilan tersebut.
Strategi yang digunakan antara lain pemenuhan SPM dengan pembukaan rest area baru, penambahan fasilitas dan personil di lapangan, hingga menerapkan metode rekayasa lalu lintas bersama dengan kepolisian daerah setempat.
Tak hanya itu, pihaknya juga meningkatkan kualitas jalan dengan melakukan pemeliharaan dan beautifikasi, sehingga zero pothole, agar aman dan nyaman untuk dilalui pengguna jalan tol. Alhasil, angka kecelakaan pun turun dari yang sebelumnya 3% pada Nataru tahun lalu menjadi 0%.
Tidak terdapat antrian yang berarti di gerbang tol dengan ditambahnya alat transaksi seperti mobile reader dan top-up asongan serta personel. Kedua faktor tersebut menjadi salah satu kunci lancarnya operasional libur Nataru kali ini.
"Kami berupaya untuk konsisten menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan tol, alhamdulillah di Nataru tahun ini nihil kecelakaan dan minim kepadatan di gerbang tol. Harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi," kata Tjahjo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










