Akurat

Bantah Indonesia Deindustrialisasi, Menperin Beberkan Data Pendukung

M. Rahman | 29 Desember 2023, 15:18 WIB
Bantah Indonesia Deindustrialisasi, Menperin Beberkan Data Pendukung

AKURAT.CO Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan Indonesia tidak sedang mengalami kondisi deindustrialisasi. Ini juga dibuktikan dari kontribusi sektor industri yang masih tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya.

Diketahui, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB pada kuartal III-2023 sebesar 16,83%.

Kemudian, sepanjang tiga kuartal pertama 2023, industri pengolahan atau manufaktur nonmigas juga terus tumbuh. Di kuartal I-2023, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,67%, kemudian pada kuartal II-2023 tumbuh sebesar 4,56%, dan di kuartal III-2023 tumbuh 5,02% melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: PMI November 2023 Capai 51,7, Sektor Manufaktur Ekspansif 27 Bulan Beruntun

Untuk tahun 2024 sendiri, ia mematok industri pengolahan nonmigas bisa tumbuh 5,8%.

Indikasi lainnya, ekspor industri pengolahan nonmigas yang terus meningkat di tengah kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil. Nilai ekspor industri pada Januari-November 2023 mencapai USD171,23 miliar atau berkontribusi sebesar 72,43% dari total ekspor nasional.

"Kinerja ekspor sektor industri tetap mendominasi, sekaligus menjadi tulang punggung pertumbuhan perekonomian nasional," ujar Agus dikutip Jumat (29/12/2023).

Ditambahkan, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas sampai dengan kuartal III-2023 tercatat sebesar Rp413,05 triliun. Angka ini naik 20,41% jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2022 sebesar Rp343,05 triliun.

"Realisasi investasi sampai dengan kuartal III-2023 lebih tinggi dibandingkan realisasi investasi dari tahun 2019-2021, dan harapannya dapat melebihi nilai investasi tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin membaik bagi para pelaku usaha," imbuhnya.

Agus mengemukakan, jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun 2023 sebanyak 19,29 juta orang. Jumlah ini menjadi yang tertinggi apabila dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja dari tahun 2019-2022. 

Terakhir, nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2023 yang tetap pada posisi ekspansif yakni 51,32, meski melambat dibanding November 2023 sebesar 52,43. Turunnya indeks tersebut dinilai wajar di tengah berkurangnya jumlah hari kerja efektif karena Nataru 2024 yang menyebabkan penurunan produktivitas industri pengolahan nonmigas di bulan Desember 2023.

Kemudian kondisi pasar global juga belum pulih dan stabil, mengakibatkan perlambatan permintaan produk (pesanan) dari luar negeri. Ekonomi China kembali melemah, dilihat dari deflasi ditingkat konsumen (CPI) dan produsen (PPI), kenaikan suku bunga riil, penurunan impor China.

Iklim usaha di Indonesia sendiri pada akhir tahun ini diwarnai dengan penurunan harga komoditas ekspor dan kenaikan harga energi. Kondisi ini menyebabkan perusahaan yang telah mempersiapkan produknya untuk akhir tahun belum dapat tersalurkan ke pasar secara optimal sehingga terjadi penumpukan stok produk.

"Faktor dominan yang menyebabkan nilai IKI turun adalah pasar yang belum pulih terutama pasar luar negeri, daya saing harga jual dengan produk impor, ketersediaan bahan baku/penolong, dan waktu tunggu pengiriman," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa