Akurat

Pertamina Gandeng JERA Kerja Sama Pengembangan Bahan Bakar Rendah Karbon dan CCUS

M. Rahman | 15 Desember 2023, 23:38 WIB
Pertamina Gandeng JERA Kerja Sama Pengembangan Bahan Bakar Rendah Karbon dan CCUS

AKURAT.CO JERA Co., Inc. (JERA) dan PT Pertamina (Persero) (Pertamina) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi dalam Diskusi Peluang Bisnis dan Kolaborasi Potensial.

MoU ini mencakup pertukaran informasi dan diskusi untuk meningkatkan value-chain bahan bakar dan menciptakan peluang bisnis untuk investasi infrastruktur LNG dan bahan bakar rendah karbon seperti hidrogen/amonia. Kolaborasi ini akan mencakup transportasi LNG dan hidrogen/amonia serta Operation & Maintenance (O&M) terminal penerimaan LNG, serta pembangunan kapasitas melalui benchmarking, pelatihan, dan/atau pertukaran untuk meningkatkan efisiensi operasional penanganan LNG.

Selain itu, kedua pihak juga akan mempertimbangkan pengembangan bisnis baru yang terkait dengan CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage).

Baca Juga: PLN Nusantara Power Gandeng Berbagai Perusahaan Global Kembangkan CCUS

Penandatanganan MoU berlangsung dalam bingkai ASEAN-JAPAN Economic Co-Creation Forum sebagai bagian dari acara Pertemuan Pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC). Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, A. Salyadi Saputra, dan Senior Managing Executive Officer and Chief of Global Strategist JERA, Steven Winn.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, A. Salyadi Saputra mengatakan Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan tingkat elektrifikasi yang terus meningkat, diperkirakan akan terus mengalami peningkatan permintaan listrik.

Sementara itu, karena Indonesia sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara, ada kekhawatiran bahwa permintaan listrik yang meningkat akan mengakibatkan peningkatan emisi gas rumah kaca. Sehingga, mencapai pasokan listrik yang stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan dekarbonisasi merupakan tantangan besar. Melalui kolaborasi yang memainkan peran penting dalam transisi energi ini, JERA dan Pertamina berkontribusi pada target Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.

"Kami melihat gas dan LNG sebagai sumber energi transisi penting, mengantisipasi kemajuan signifikan dalam proyek gas utama di Indonesia. Selain itu, upaya kolaboratif kami akan diperluas ke Low Carbon Fuel, melalui pengembangan proyek Green Hydrogen/Ammonia, yang bertujuan untuk memfasilitasi produsen listrik dalam upaya dekarbonisasi melalui substitusi bahan bakar," ungkap Salyadi dikutip Jumat (15/12/2023).

Ditambahkan, pengembangan CCUS adalah kolaborasi yang menjanjikan, mengingat portofolio Pertamina yang substansial dengan setidaknya 8 proyek CCS/CCUS di Indonesia. Pihaknya memahami bahwa gas dan LNG adalah kunci dalam proses dekarbonisasi di Indonesia.

"Menggarisbawahi bahwa dekarbonisasi bukan panduan satu ukuran untuk semua, tetapi perlu disesuaikan secara khusus untuk setiap negara, kami akan menyediakan solusi terkini untuk isu energi di Indonesia, sambil memperkuat rantai nilai untuk bahan bakar yang lebih hijau. MoU ini memungkinkan kami memanfaatkan pengalaman dan kapabilitas kami untuk membantu Indonesia mencapai emisi nol bersih," imbuhnya.

JERA dan Pertamina akan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah jangka pendek hingga menengah terkait peningkatan permintaan energi, sambil secara bertahap menyelesaikan masalah jangka menengah hingga panjang terkait dekarbonisasi energi melalui kolaborasi pada rantai nilai LNG dan hidrogen/amonia di Indonesia.

JERA, sebagai salah satu pemain utama dalam industri listrik global, memiliki cakupan bisnis yang meliputi seluruh aspek bahan bakar dan pembangkit listrik termal, serta komitmen pada energi terbarukan. Sebelumnya, JERA telah aktif mendukung transisi energi di Indonesia dengan melakukan penelitian serta memberikan kontribusi dalam penyusunan roadmap dekarbonisasi untuk sektor listrik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa