Akurat

Diumumkan Pekan Depan, TikTok Shop dan Tokopedia Gabung?

M. Rahman | 6 Desember 2023, 13:21 WIB
Diumumkan Pekan Depan, TikTok Shop dan Tokopedia Gabung?

AKURAT.CO TikTok milik ByteDance Ltd. dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk berinvestasi di salah satu unit GoTo Group di Indonesia dan bekerja sama dalam layanan belanja online, Tokopedia, yang memelopori pola e-commerce di luar negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Dikutip dari Yahoo Finance, layanan video milik China ini telah setuju secara luas untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GoTo di beberapa wilayah daripada bersaing langsung dengan platform Indonesia, kata orang-orang yang mengetahui perjanjian tersebut.

Kedua pihak dijadwalkan akan mengumumkan rincian kerja sama tersebut secepatnya pada minggu depan, kata sumber tersebut, dan meminta untuk tidak disebutkan namanya untuk mengungkapkan kesepakatan sebelum diresmikan.

Baca Juga: TikTok Shop Diisukan Come Back Ke RI, Zulhas: Silahkan Selama Ikut Aturan

Saham GoTo di Jakarta terpantau turun 6 poin ke Rp95 hingga pukul 13.11 hari ini, Rabu, 6 Desember 2023. Meskipun kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan informal, rincian akhir dari aliansi tersebut sedang diselesaikan dan dapat berubah sebelum diumumkan, kata sumber tersebut. Perjanjian tersebut juga masih harus menunggu persetujuan peraturan dan masih bisa gagal, tambah mereka.

Investasi di Tokopedia akan menjadi investasi pertama bagi TikTok Shop, cabang layanan video ByteDance yang berkembang pesat dan membuat terobosan dalam belanja online dari Amerika hingga Eropa. Namun kemajuannya di Indonesia melawan Sea Ltd. dan Tokopedia terhenti ketika pemerintah atau Kemneterian Perdagangan sebagai tanggapan atas keluhan dari pedagang lokal memaksa TikTok untuk memisahkan pembayaran dari belanja di negara tersebut.

Kini, kerja sama dengan operator lokal yang cerdas dapat menjadi model bagi TikTok dalam melakukan ekspansi di pasar lain seperti Malaysia, dimana pemerintah telah mengisyaratkan kesediaannya untuk meninjau kembali pengaruh pemain luar negeri seperti TikTok. 

Sebelumnya juga dikabarkan TikTok dan GoTo sedang mendiskusikan potensi investasi tetapi opsi lainnya adalah usaha patungan. Hal ini mungkin memerlukan pembangunan platform e-commerce baru. Perwakilan TikTok dan GoTo menolak berkomentar.

Tujuan utama ByteDance adalah menghidupkan kembali layanan belanja online di arena ritel terbesar di Asia Tenggara. TikTok, satu-satunya platform yang langsung terkena dampak peraturan baru di Indonesia, telah menghentikan belanja online untuk mematuhi pembatasan.

Indonesia merupakan pasar pertama dan terbesar bagi TikTok Shop. Perusahaan ini memulai layanannya di Indonesia pada tahun 2021 dan kesuksesan instannya di kalangan pembeli muda yang menyukai video mendorongnya untuk berekspansi ke pasar lain termasuk Amerika Serikat.

Bagi GoTo, perusahaan internet terbesar di Indonesia, kesepakatan dengan TikTok bisa berisiko karena akan membantu pesaing ritel online besarnya untuk beroperasi di negara tersebut. Namun hal ini juga akan memberikan GoTo mitra media sosial global yang kuat dalam sebuah perjanjian yang dapat meningkatkan volume belanja, logistik dan pembayaran untuk kedua perusahaan.

Asal tahu, pangsa ecommerce di Indonesia saat ini dikempit mayoritas (36%) oleh Shopee, disusul Tokopedia 35%, Lazada dan Bukalapak masing-masing 10%, kemudian Tiktok 5% dan Blibli 4%, menurut data Momentum Works.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa