Akselerasi NZE, PLN Gandeng Bukit Asam Memanfaatkan FABA PLTU

AKURAT.CO PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Nusantara Power (PLN NP) bersinergi dengan PT Bukit Asam (Tbk) dalam pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau sisa abu pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai penetralisir air asam pada bekas tambang.
Sinergi tersebut sebagai bukti komitmen Indonesia dalam mencapai Net Zero Emissions (NZE) Tahun 2060.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menjelaskan kerja sama antara PLN NP dengan PTBA nantinya akan memanfaatkan FABA dari PLTU sebagai material backfilling yang mampu menetralisir air asam bekas tambang milik PTBA.
Baca Juga: PLN Gandeng KLHK Genjot Penggunaan EBT
"FABA hasil pembakaran batubara memiliki sifat basa. Sehingga kerja sama ini merupakan solusi yang tepat sebagai upaya mengembalikan fungsi lingkungan hidup," kata Ruly dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (2/12/2023).
Senada, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Arsal Ismail mengatakab pihaknya akan menerapkan praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) melalui berbagai insiatif dan program dan kolaborasi ini sejalan dengan visi PTBA sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli akan lingkungan.
"Sinergi ini sejalan dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Kami berharap kolaborasi PTBA dan PLN dapat membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," kata Arsal.
Sementara Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Suhedi melaporkan bahwa kolaborasi ini akan saling menguntungkan kedua pihak yang dimana fly ash dan bottom ash dimanfaatkan sebagai material NAF (Non Acid Forming) penetralisir air asam pada bekas tambang.
Potensi penyerapan FABA dari PLTU Bukit Asam 4x65 MW selama periode pemanfaatan 3 tahun mencapai 400 ribu ton.
“Pemanfaatan FABA akan mengurangi pemakaian sumber daya alam, sehingga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian lingkungan," ungkap Suhedi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











