Pengguna Beam Mobility Hemat Biaya Transportasi Mobilitas Mikro Hingga 3 Kali Lipat

AKURAT.CO Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro yang beroperasi di Asia Pasifik menghadirkan layanan transportasi ramah lingkungan ekonomis. Pengguna cukup merogoh kocek Rp1.750 untuk biaya unlock fee, sementara biaya perjalanan adalah Rp700 untuk per menitnya.
Sebagai ilustrasi, untuk penggunaan selama 10 menit hanya akan menghabiskan kurang dari Rp10.000. Layanan ekonomis Beam Mobility ini telah hadir di beberapa kota dan wilayah termasuk Bogor dan Bali, kawasan edukasi seperti Universitas Indonesia, IPB dan Brawijaya, hingga kawasan pemukiman seperti di Bintaro, Jababeka, Alam Sutera, Jakarta Garden City, Citra Raya, Sedayu City, BSD dan beberapa kawasan pemukiman lainnya.
Salah satu pengguna Beam Mobility yang merupakan karyawan swasta dari salah satu agensi komunikasi di Jakarta, Ika Pramono mengatakan sehari-hari ia melakukan perjalanan dari rumahnya di kawasan Bintaro menggunakan armada Beam Mobility yang sudah tersedia di depan perumahannya.
Baca Juga: Startup Mobilitas Mikro Beam Mobility Buka 100 Lapangan Kerja Hingga 2024
Sebelumada layanan Beam di Bintaro, ia sering menggunakan transportasi online untuk perjalanan dari perumahan ke stasiun yang memakan waktu tidak lama namun cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki.
"Biasanya untuk perjalanan singkat dari rumah ke stasiun kereta menghabiskan Rp15 ribu, namun setelah menggunakan Beam, biaya yang saya habiskan hanya sekitar Rp3.800 sehingga penghematan biaya transportasi dengan armada Beam sangat terasa," kata Ika dikutip Kamis (16/11/2023).
Tak hanya dirasakan oleh pengguna di kawasan pemukiman, pengguna Beam Mobility di kawasan kampus juga merasakan manfaat ekonomis armada Beam Mobility. Secara khusus seperti di Universitas Indonesia dimana dalam satu kompleks terdapat jarak bangunan yang cukup jauh, namun dengan hadirnya armada Beam Mobility, civitas akademika dapat memanfaatkan armada ramah lingkungan ini tanpa khawatir dengan biaya.
Mahasiswi S2 Universitas Indonesia, Marlene Sinaga mengatakan sejak ada Beam Mobility ia jadi merasa terbantu karena biaya yang lebih murah. Sebelumnya ia menggunakan armada transportasi lain untuk jarak perjalanan yang ditempuh walaupun tidak terlalu jauh, namun karena ada base fee harganya jadi cukup mahal, apalagi di peak hour.
"Sekarang kalau saya menuju stasiun kereta, menjadi lebih cepat, efisien dan murah. Kalau sudah tiba di kampus, tinggal naik Beam yang tersedia di depan stasiun kereta menuju fakultas tanpa ada waktu menunggu," kata Marlene.
Senada, Country Manager Beam Mobility Indonesia, Devraj Sathivelu mengatakan pihaknya berkomitmen menyediakan armada Beam Mobility sebagai solusi transportasi ramah lingkungan yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, seluruh armada Beam Mobility memiliki batas kecepatan maksimal 25km/jam yang dilengkapi dengan fitur teknologi IoT, sehingga kondisi kendaraan dapat dimonitor secara real-time, melalui aktivasi geofencing, dan secara otomatis dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan, seperti ketika diperlukan penggantian baterai.
Setiap armada juga dilengkapi dengan baterai cadangan. Beam Mobility memastikan armadanya dapat diakses oleh publik, dimana setiap armada dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan keselamatan dalam berkendara.
"Kami sangat bersyukur dengan manfaat positif dari armada Beam yang telah dirasakan oleh para pengguna setia layanan kendaraan ramah lingkungan kami. Tujuan utama kami memang mengajak masyarakat Indonesia beralih ke gaya hidup yang lebih berkelanjutan melalui penggunaan armada ramah lingkungan untuk kegiatan sehari-hari," kata Devraj.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










