4 Tips Jadi Eksportir Pemula Sukses

AKURAT.CO Menjadi pengusaha sukses tidak hanya di tanah air tapi juga di pasar global atau mancanegara tentu menjadi impian banyak orang.
Meski pasar Indonesia dengan penduduknya yang berjumlah 278 juta menjanjikan potensi yang besar, namun ada kebanggaan tersendiri saat produk kita berhasil menembus pasar global dan diterima dengan baik oleh konsumen di negara lain.
Untuk itu tidak sedikit pengusaha yang juga ingin menjadi eksportir. Eksportir sendiri merupakan pelaku kegiatan aekspor atau mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia ke daerah pabean negara lain atau sederhananya ekspor adalah kegiatan menjual barang dari dalam negeri ke luar negeri.
Baca Juga: BI Siapkan 7 Instrumen Agar Eksportir Tak Rugi Dalam Skema DHE SDA
Selain menjual suatu produk dalam negeri, tujuan ekspor adalah memperluas penjualan sampai ke luar negeri sehingga keuntungan penjualan juga akan meningkat. Selain itu, manfaat melakukan ekspor bagi suatu negara adalah membantu meningkatkan devisa negara. Jadi sudah paham kan apa yang dimaksud dengan ekspor?
Menilik data Kementerian Perdagangan, ada sekitar 13.600 pelaku UMKM eksportir. Artinya rasio eksportir Indonesia masih sangat kecil, masih 0,0 sekian persen (dibanding jumlah penduduk).
Tips Sukses
Lalu bagaimana agar pengusaha bisa menjadi eksportir pemula yang sukses. Melansir laman resmi Bank Indonesia, setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan.
1. Mempersiapkan Legalitas Usaha
Untuk dapat melakukan kegiatan ekspor, pengusaha atau eksportir di Indonesia perlu memiliki Izin Ekspor. Sehingga Anda perlu pastikan perusahaan Anda berbadan hukum dan memiliki izin usaha yang lengkap seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), NPWP, NIK (Nomor Identitas Kepabeanan), dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan). Legalitas usaha ini membuat bisnis ekspor Anda mejadi sah dan legal.
2. Memahami Prosedur Perdagangan Internasional
Pahami dengan baik prosedur dan aturan perdagangan internasional yang berlaku, serta standar ekspor yang harus dipenuhi. Misalnya, pastikan produk Anda memenuhi standar kualitas yang ditetapkan di negara tujuan agar dapat bersaing di pasar internasional. Kenali juga proses biaya pengiriman, pemilihan jasa freight forwarder, asuransi barang, dan prosedur bea cukai.
3. Gunakan Aplikasi SiMoDIS
Gunakanlah Sistem Monitoring Devisa Terintegrasi Seketika untuk memantau dan melacak kegiatan ekspor dan impor, serta informasi terkait devisa. Dengan begitu, Anda dapat menilai kinerja ekspormu dan membuat pelaporan secara efisien.
4. Manfaatkan TD Valas DHE dari Bank Indonesia
Dengan memanfaatkan Term Deposit Valuta Asing Hasil Devisa Ekspor (TD Valas DHE) dari Bank Indonesia, Anda dapat menempatkan devisa hasil ekspor Anda di Bank Indonesia dengan suku bunga yang kompetitif. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan berbagai insentif tambahan, sehingga devisa hasil ekspor Anda aman dan tentunya lebih menguntungkan. Saat ini sudah ada 20 bank yang ditunjuk untuk menempatkan dana nasabah eksportir di Bank Indonesia.
Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, Anda akan lebih siap dalam memulai bisnis ekspor yang sukses. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan berkonsultasi dengan pihak terkait yang sudah sukses menjadi eksportir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









