Lion Parcel Perkuat Operasi dan Layanan Digital Jelang Ramadan 2026
Hefriday | 3 Februari 2026, 18:09 WIB

AKURAT.CO Dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil tak menyurutkan pergerakan industri logistik nasional. Menjelang Ramadan 2026, sektor pengiriman justru bersiap menghadapi lonjakan permintaan, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan konsumsi rumah tangga.
Momentum musiman ini kembali menjadi ujian kapasitas bagi perusahaan logistik. Volume kiriman umumnya melonjak dari sektor ritel, UMKM, hingga pelaku e-commerce yang memanfaatkan periode Ramadan sebagai puncak penjualan tahunan.
Lion Parcel menjadi salah satu pemain yang mulai melakukan penyesuaian lebih dini. Perusahaan pengiriman ini menyiapkan tambahan kapasitas operasional, mulai dari gudang, armada, hingga sumber daya manusia sementara guna mengantisipasi lonjakan volume kiriman.
Baca Juga: Gandeng Denny Sumargo, Lion Parcel Salurkan 10 Ton Bantuan Pascabencana ke Sumatra
Menurut Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso mengatakan Ramadan selalu menjadi periode krusial bagi kelancaran distribusi barang. Gangguan kecil pada rantai logistik berpotensi berdampak luas pada aktivitas usaha.
“Ramadan merupakan periode penting bagi aktivitas ekonomi. Kami ingin memastikan layanan logistik tetap andal sehingga dapat mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas usaha pelanggan,” ujar Budi, Selasa (3/2/2026).
Selain penambahan kapasitas fisik, perusahaan juga memperkuat sistem informasi agar pelanggan memperoleh data pengiriman secara lebih transparan dan akurat. Langkah ini, lanjut Budi, sangatlah penting di tengah ekspektasi konsumen yang kian tinggi terhadap kecepatan dan visibilitas status kiriman.
Menurut Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso mengatakan Ramadan selalu menjadi periode krusial bagi kelancaran distribusi barang. Gangguan kecil pada rantai logistik berpotensi berdampak luas pada aktivitas usaha.
“Ramadan merupakan periode penting bagi aktivitas ekonomi. Kami ingin memastikan layanan logistik tetap andal sehingga dapat mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas usaha pelanggan,” ujar Budi, Selasa (3/2/2026).
Selain penambahan kapasitas fisik, perusahaan juga memperkuat sistem informasi agar pelanggan memperoleh data pengiriman secara lebih transparan dan akurat. Langkah ini, lanjut Budi, sangatlah penting di tengah ekspektasi konsumen yang kian tinggi terhadap kecepatan dan visibilitas status kiriman.
"Sebab di tengah persaingan industri yang semakin ketat, keandalan operasional menjadi pembeda utama. Lonjakan permintaan tak hanya menuntut kapasitas besar, tetapi juga konsistensi layanan agar keterlambatan dan kesalahan distribusi bisa ditekan," katanya kembali.
Oleh karena itu, tambahnya, Lion Parcel melakukan penguatan infrastruktur sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Penguatan tersebut mencakup ekspansi fasilitas hub di sejumlah kota strategis yang dilengkapi mesin X-ray, optimalisasi armada, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tidak hanya itu saja, Lion Parcel mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendukung proses identifikasi, penyortiran, hingga validasi bukti pengiriman. Pemanfaatan teknologi dinilai membantu mempercepat proses sekaligus menekan potensi kesalahan manual saat volume kiriman meningkat.
“Optimalisasi teknologi dan infrastruktur merupakan investasi penting untuk menjaga efisiensi operasional dan kualitas layanan, terutama saat volume pengiriman meningkat,” kata Budi.
Menjelang periode puncak seperti Ramadan, kombinasi antara kesiapan fisik, teknologi, dan sistem informasi menjadi faktor kunci. Industri logistik bukan hanya dituntut mengirim lebih banyak, tetapi juga lebih cepat dan lebih presisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










