Akurat

Freeport Ungkap Estimasi Kenaikan Cadangan Tembaga dan Emas di Tambang Kucing Liar

Dedi Hidayat | 26 Januari 2026, 16:49 WIB
Freeport Ungkap Estimasi Kenaikan Cadangan Tembaga dan Emas di Tambang Kucing Liar

AKURAT.CO Freeport-McMoRan Inc (FCX) mengungkapkan adanya peningkatan signifikan cadangan mineral di tambang bawah tanah Kucing Liar, Grasberg Block Cave (GBC) yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Berdasarkan hasil studi pengembangan tambang yang diselesaikan sepanjang tahun 2025, PTFI mencatat estimasi awal cadangan Kucing Liar per 31 Desember 2025 mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas. 

Angka tersebut meningkat dibandingkan estimasi sebelumnya yang berada di kisaran 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas.

“Berdasarkan desain baru, produksi rata-rata Kucing Liar pada kapasitas penuh akan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas (peningkatan lebih dari 35% dari perkiraan sebelumnya),” tulis Manajemen FCX dalam Laporan Kinerja Perusahaan dikutip, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Produksi Emas Freeport 2026 Diprediksi Hanya 26 Ton, Seluruhnya Diserap Antam

Studi ekonomi yang dilakukan PTFI menunjukkan bahwa peningkatan cadangan dan kapasitas tersebut diiringi dengan tambahan kebutuhan modal sekitar 10% atau setara USD0,5 miliar. 

Kajian ini juga mempertimbangkan dampak terhadap tingkat operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave serta penyesuaian jadwal belanja modal terkait pengolahan bijih pirit yang lebih tinggi.

Hingga akhir 2025, PTFI telah merealisasikan investasi sekitar USD1,1 miliar untuk pengembangan Kucing Liar. 

“Selain itu investasi modal diperkirakan akan mencapai tambahan sekitar USD4 miliar hingga tahun 2033 (rata-rata sekitar USD0,5 miliar per tahun). Produksi awal diharapkan mulai meningkat pada tahun 2030,” tulis manajemen FCX.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas menyampaikan bahwa pembangunan tambang bawah Kucing Liar, mengalami penyesuaian waktu operasional. 

Proyek yang sebelumnya dijadwalkan mulai berproduksi pada 2028 kini diperkirakan mundur sekitar satu tahun. Tony menjelaskan mundurnya operasional dikarenakan insiden yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC).

“Kucing liar ini dia akan mulai tadinya kita rencanakan untuk bisa dimulai di tahun 2028. Namun akan mundur kira-kira satu tahun (ke 2029),” kata Tony saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (24/11/2025).

Dengan demikian, produksi perdana dari tambang bawah tanah keempat di kompleks pertambangan Freeport tersebut diproyeksikan baru dapat dimulai pada 2029.

Tony menegaskan bahwa meski mengalami penundaan, pengembangan Tambang Kucing Liar tetap menjadi proyek strategis perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan kapasitas produksi jangka panjang. “Dan tentu saja dengan ini akan bisa mencapai perolehan logam yang lebih tinggi dari yang ada sekarang,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.