Akurat

ESDM: Harga BBM RI Tetap Stabil Meski AS–Venezuela Memanas

Dedi Hidayat | 6 Januari 2026, 07:30 WIB
ESDM: Harga BBM RI Tetap Stabil Meski AS–Venezuela Memanas

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, pihaknya masih melakukan analisis terkait dengan dampak yang ditimbulkan dari ketegangan dua negara tersebut. Namun, dia memastikan negara saat ini masih dalam kondisi stabil.

"Kita akan analisis. Tapi yang jelas, kondisi di negara saat ini stabil," kata Laode saat ditemui di BPH Migas, Senin (5/1/2026) malam.

Baca Juga: Kementerian ESDM Izinkan Tambang Beroperasi 25 Persen Padahal RKAB 2026 Belum Terbit

Laode pun menambahkan, sampai saat ini belum ada dampak yang terlihat dari ketegagan dua negara tersebut bagi Indonesia.

"Pada saat hari ini kita belum melihat. Tapi kita pantau ya," tambahnya.

Ketika ditanya apakah harga BBM bulan depan akan mengalami kenaikan imbas dari ketegangan AS dan Venezuela, Laode mengatakan bahwa kemungkinan harga BBM naik tidak terjadi.

Sebab, Laode menuturkan sumber minyak yang digunakan untuk BBM tidak berasal dari Venezuela.

"Kita sumber crudenya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil," ujar Laode.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal menilai kondisi tersebut membuat potensi gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik AS–Venezuela relatif kecil dalam jangka pendek.

Faisal menjelaskan, penurunan produksi Venezuela dipicu oleh berbagai persoalan domestik, mulai dari salah kelola ekonomi, hingga infrastruktur perminyakan yang menua.

Baca Juga: Produksi Nikel dan Batu Bara 2026 Disesuaikan, ESDM: Bukan Dipangkas

Padahal, pada awal 2000-an, Venezuela merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia dengan ekonomi yang sangat bergantung pada sektor energi. Menurut Faisal, kondisi ini membuat potensi kenaikan harga minyak global akibat ketegangan AS–Venezuela tidak akan signifikan.

“Jadi akan ada kenaikan harga minyak tapi tidak terlalu signifikan, tidak terlalu signifikan naiknya dibandingkan misalnya, bahkan kayak kemarin yang perang Iran dan Israel itu sempat naik itu agak sedikit signifikan itu, naiknya kalau tidak salah hampir mendekati USD80 per barel,” kata Faisal kepada Akurat.co, Senin (5/1/2026).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.