Bulog Sidak Harga Pangan di Jabar, Stok Beras Aman hingga 2026

AKURAT.CO Perum BULOG bersama Sekretaris Daerah Pemprov. Jawa Barat dan Direktur Reskrimsus Polda Jabar melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga pangan di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan memastikan harga sembilan bahan pokok (sembako) tetap stabil, berada sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan stok pangan di pasar hingga memasuki tahun 2026.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn), Ahmad Rizal Ramdhani dan rombongan melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik strategis, meliputi beberapa pasar tradisional yaitu Pasar Kosambi, Pasar Sederhana, ritel modern di wilayah Jawa Barat dan Gudang Bulog Cisaranten Kidul.
Baca Juga: Bulog Gandeng Kemenko Pangan dan Operator Ojol Gelar Pangan Murah
Dalam pelaksanaan sidak, rombongan memantau secara langsung harga dan ketersediaan komoditas pangan utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, cabai, daging dan bahan pangan pokok lainnya.
Selain itu, dialog dilakukan dengan para pedagang dan pengelola pasar untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi pasokan, tingkat permintaan, serta kendala distribusi yang dihadapi menjelang hari besar keagamaan.
”Berdasarkan hasil pemantauan kami di sejumlah pasar di Jawa Barat terpantau harga beras medium dengan HET Rp13.500 per kilogram dijual rata-rata di bawah itu, sementara beras premium dengan HET Rp14.900 per kilogram dijual rata-rata Rp14.500 per kilogram. Selanjutnya Minyakita juga terpantau dijual sesuai HET sebesar Rp15.700", kata Rizal dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Selain itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Perum BULOG juga ditemukan dijual sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional, yakni sebesar Rp12.500 per kilogram.
Di wilayah Jawa Barat, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 74 ribu ton dan secara nasional mencapai 795 ribu ton, hal ini berperan signifikan dalam menjaga keterjangkauan harga beras dan menekan potensi gejolak harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Bulog dan Pemkab Sempang Bangun Fasilitas Pasca Panen
Dari sisi ketersediaan stok, kondisi perberasan di Jawa Barat dinilai sangat aman. Hingga saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum BULOG di wilayah Jawa Barat mencapai sekitar 530 ribu ton.
Sementara itu, stok CBP nasional mencapai 3,45 juta ton sehingga mampu menjamin pasokan beras bagi masyarakat hingga melewati periode Natal dan Tahun Baru 2026.
Di sisi lain, Sekda Pemrov. Jabar Dr. H. Herman Suryatman, M.Si mengatakan sudah melakukan pemantauan tingkat inflasi terutama saat ada momen kenaikan permintaan seperti saat ini di momen menjelang tahun baru 2026.
"Komunikasi yang efektif kami bangun dengan seluruh komponen untuk memantau terus perkembangan inflasi dan Alhamdulillah di akhir tahun ini inflasi di Jabar terjaga", ujar Herman
Untuk memperkuat pengawasan dan respons di daerah, seluruh Kantor Wilayah Perum BULOG di Jawa Barat telah mendirikan Posko Pemantauan Harga Pangan selama periode Natal dan menjelang Tahun Baru.
Posko ini berfungsi sebagai pusat monitoring, koordinasi lintas instansi, serta sarana respons cepat terhadap dinamika harga dan pasokan pangan di wilayah Jawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









