Transaksi TEI 2025 Ditarget Tembus Rp269 Triliun
Hefriday | 21 Februari 2025, 07:15 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025 dapat mencatatkan transaksi sebesar USD16,5 miliar setara dengan Rp269,21 triliun.
Target tersebut mengalami kenaikan 10% dibandingkan dengan target tahun sebelumnya yang sebesar USD15 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pada penyelenggaraan TEI 2024, pameran tersebut berhasil membukukan transaksi sebesar USD22,73 miliar setara dengan Rp370,88 triliun.
Ia optimistis target tahun ini dapat tercapai seiring dengan meningkatnya minat pelaku usaha terhadap ajang ini.
“Target transaksi sebesar USD16,5 miliar ditetapkan dengan harapan meningkatkan kontribusi TEI dalam mendorong ekspor nasional. Tahun lalu, pencapaian melebihi ekspektasi dan diharapkan tren positif ini dapat berlanjut,” ujar Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
TEI 2025 juga menargetkan kehadiran 30.000 pengunjung dan 5.000 pembeli dari dalam dan luar negeri.
Meski jumlah target pengunjung lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 41.488 orang, Kemendag tetap optimistis pameran ini akan menarik minat pasar global.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa TEI merupakan pameran mandiri yang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menyebut acara ini sebagai salah satu bukti komitmen pemerintah dalam memperluas akses pasar global serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara kompetitif di kancah perdagangan internasional.
Ajang tahunan ini akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Banten.
Pameran ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memamerkan dan memasarkan produknya kepada calon pembeli internasional.
“Kami akan melakukan penjaringan peserta dengan melibatkan berbagai pihak, seperti kementerian, lembaga, BUMN, serta asosiasi bisnis, guna memastikan lebih banyak produk potensial dari Indonesia dapat ditampilkan di TEI 2025,” kata Budi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa TEI 2025 memiliki potensi untuk mencatat transaksi lebih besar dari yang ditargetkan.
Ia bahkan optimistis angka transaksi bisa mencapai USD25 miliar setara Rp407,52 triliun.
“Berdasarkan pencapaian tahun lalu yang melebihi target, saya yakin tahun ini kita bisa mencapai lebih dari USD25 miliar. Kita perlu memanfaatkan peluang ini untuk mendorong ekspor dan memperkuat ekonomi nasional,” ungkap Airlangga.
Airlangga juga menekankan bahwa peningkatan transaksi di TEI 2025 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, termasuk dalam meningkatkan devisa negara dan mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
“Di tengah ketidakpastian global, jika sektor ekspor kita dapat terus bertumbuh, maka perekonomian kita juga bisa lebih kuat. Oleh karena itu, TEI menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










