Akurat Logo

Industri Teknologi Kena Pukul, Produksi Global Terancam Berubah Gegara Tarif

Ainur Rahman | 28 Januari 2025, 21:54 WIB
Industri Teknologi Kena Pukul, Produksi Global Terancam Berubah Gegara Tarif


AKURAT.CO Rencana Presiden AS, Donald Trump, menaikkan tarif impor, khususnya dari China, memunculkan tantangan baru bagi industri teknologi global.

Berdasarkan laporan Consumer Technology Association (CTA), tarif ini bukan hanya berdampak pada konsumen tapi juga mengancam kelangsungan produksi teknologi.

Mengutip dari laman Business Insider, ada dua skenario tarif yang dipertimbangkan.

Pertama, tarif 10 persen per 70 persen yang mengenakan bea 10 persen untuk semua impor ditambah 60 persen khusus barang China.

Kedua, skenario 20 persen per 120 persen dengan tarif 20 persen untuk semua impor dan tambahan 100 persen untuk produk China.

Baca Juga: Menelaah Trumpnomics: Kontroversi di Balik Kebijakan Tarif Tinggi AS

Kalau ini diterapkan, produsen teknologi harus menghadapi biaya produksi yang melonjak.

Alphabet Inc, misalnya, sudah memindahkan sebagian besar produksi ponsel Google Pixel-nya ke India.

Tapi itu belum cukup. Barang dari India tetap akan dikenai tarif hingga 20 persen.

Di sisi lain, hampir semua produk teknologi besar seperti laptop, tablet hingga konsol gim diproduksi di China.

CTA memprediksi, meskipun produksi dipindahkan ke negara lain, tetap sulit untuk memindahkan rantai pasok ke AS karena biayanya terlalu mahal.

Baca Juga: Trump Kembali Terapkan Tarif Tinggi: Usaha Mewujudkan 'Era Keemasan' Ekonomi Amerika

Hal ini bisa jadi pukulan telak untuk perusahaan teknologi yang sedang mencoba memperkenalkan inovasi baru seperti PC berbasis AI.

Tarif baru ini malah bikin harga barang jadi makin mahal, sehingga sulit menarik minat konsumen.

Selain itu, laporan CTA juga menyebut bahwa kenaikan tarif hanya akan membuat Amerika kehilangan daya saing globalnya.

Alih-alih mendorong produksi lokal, tarif ini justru memindahkan produksi ke negara lain tanpa dampak signifikan bagi ekonomi AS.

Jika skenario terburuk terjadi, dampaknya tidak hanya merugikan produsen, tetapi juga memukul daya beli masyarakat hingga ratusan miliar Dolar per tahun.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif Tinggi Barang Impor Uni Eropa, Picu Kontroversi

Industri teknologi jelas berharap agar rencana tarif ini tidak benar-benar terealisasi.

Kalau tidak, perkembangan teknologi bisa terhambat dan inovasi akan melambat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ainur Rahman
W
Editor
Wahyu SK