Akurat Logo

OMC Diklaim Turunkan Polusi Udara Saat Jakarta Running Festival

Okto Rizki Alpino | 25 Oktober 2026, 22:38 WIB
OMC Diklaim Turunkan Polusi Udara Saat Jakarta Running Festival
Hujan sempat mengguyur di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman menjelang dimulainya Jakarta Running Festival, pada Sabtu (24/10/2026). - Foto: Antara Foto

AKURAT.CO Konsentrasi polutan udara di lima wilayah Jakarta cenderung menurun saat Jakarta Running Festival (JRF) 2026 berlangsung pada Sabtu (24/10/2026).

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mencatat penurunan konsentrasi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida, berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan, hujan yang dipicu melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berpotensi membantu mengurangi partikulat di atmosfer.

Proses itu terjadi melalui deposisi basah atau wet deposition, yakni pengendapan partikel polutan bersama air hujan.

"Hujan yang dipicu melalui modifikasi cuaca berpotensi membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui proses deposisi basah," kata Dudi, kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: Bidik Penyelenggaraan Maraton Kelas Dunia Lewat Jakarta Running Festival

Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00-05.00 WIB turun ke kisaran 12-32 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada di bawah baku mutu 55 µg/m³.

Adapun di kawasan pesisir Jakarta Utara, konsentrasi PM2,5 tercatat pada kisaran 9-17 µg/m³ selama pukul 04.00-07.00 WIB.

Penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari berada dalam kisaran 12-43 µg/m³.

Meski demikian, DLH DKI Jakarta tidak menyimpulkan penurunan polutan semata-mata disebabkan oleh OMC.

Kondisi meteorologi dan aktivitas sumber emisi lokal juga dapat memengaruhi konsentrasi pencemar udara.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.