Djarot Sindir Partai yang Kalah Pilpres Tapi Gabung ke Pemerintah: Tidak Konsisten

AKURAT.CO Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan posisi PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil Pilpres, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan.
Dia pun menyindir partai-partai politik yang kalah dalam Pemilihan Presiden 2024, namun kemudian memilih bergabung ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan semangat kompetisi politik yang telah berlangsung selama proses pemilu.
"Yang enggak jelas itu justru mereka yang kalah Pilpres, tapi bergabung di dalam. Itu justru enggak jelas," kata Djarot usai menghadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-499 Jakarta di Gedung DPRD Jakarta, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Djarot: PDIP di Luar Pemerintahan sebagai Partai Penyeimbang
Mantan Wakil Gubernur Jakarta itu menilai, partai politik seharusnya konsisten terhadap pilihan politik yang telah disampaikan kepada masyarakat selama kontestasi pemilu.
Jika pada akhirnya seluruh kekuatan politik bergabung ke pemerintahan setelah pemilu selesai, maka kompetisi yang berlangsung selama Pilpres menjadi kehilangan makna.
"Buat apa ada pilihan presiden berdarah-darah seperti itu. Toh akhirnya ketika kalah, eh gabung juga," ujarnya.
Djarot bahkan menyebut keputusan bergabung ke pemerintahan setelah kalah dalam Pilpres dapat dipandang sebagai bentuk ketidakkonsistenan terhadap pemilih yang sebelumnya memberikan dukungan.
Baca Juga: AHY Soal Kritik Posisi PDIP: Mari Letakkan Kepentingan Bersama di Atas Kepentingan Partisan
"Ini bentuk sebetulnya, maaf ya, kasarnya ya penipuan kepada pemilihnya, tidak konsisten, tidak gentle," tegasnya.
Meski berada di luar pemerintahan, PDIP tetap akan mendukung program pemerintah yang dinilai baik dan bermanfaat bagi rakyat. Namun, PDIP akan tetap kritis terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Sikapnya jelas. PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang dan menjalankan mekanisme checks and balances," kata Djarot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







