Akurat

Kepuasan Publik kepada Prabowo-Gibran Menjalar ke Elektabilitas Gerindra hingga Partai Golkar

Ikhwan Fajar Ramadhan | 4 November 2025, 18:19 WIB
Kepuasan Publik kepada Prabowo-Gibran Menjalar ke Elektabilitas Gerindra hingga Partai Golkar

AKURAT.CO, Tingkat kepuasan publik dirasakan sangat tinggi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 82,44 persen.

Lembaga survei Pusat Riset Indonesia (PRI) mengungkapkan, apresiasi publik tersebut berdampak langsung kepada elektabilitas partai di mata masyarakat.

"Hal ini ditunjukkan bahwa, Partai Gerindra mengalami tren positif menyentuh angka 8,91 persen dari saat pelaksanaan pemilu 2024 sebesar 13,22 persen saat di survei periode Oktober 2025 ini meningkat menjadi sekitar 22,13 persen," ungkap Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup saat merilis hasil survei nasional “Persepsi dan Perilaku Publik terhadap Satu Tahun Kepemimpinan Presiden/Wapres RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Mata Masyarakat Indonesia dan Memotret Elektabilitas Partai Politik” di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga: Presiden Korsel Puji Prabowo, Tingkat Kepuasan Publik ke Pemerintah Indonesia Capai 80 Persen

Menurut Deni, peningkatan signifikan ini merupakan dampak dari kerja-kerja politik partai Gerindra dan juga program-program nyata dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus ketua umum Gerindra.

Sedangkan partai Golkar, hasil survei PRI menunjukkan tren positif. Ini imbas dari
partai Golkar bagian dalam Kabinet Prabowo Gibran, dari 15,29 persen menjadi 17,21 persen atau mengalami kenaikan sekitar 1,92 persen.

"Hal ini tidak lain dampak dari menguatnya dua instrumen, yakni sosok Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sekaligus Menteri ESDM dan solidnya infrastruktur mesin partai Golkar," ungkap Deni.

Baca Juga: Survei IPO: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Wapres Gibran Hanya 29 Persen

Di sisi lain, survei menunjukkan, PDIP mengalami penurunan menjadi 14,10 persen dari hasil pemilu 2024 sebesar 16,72 persen. "Jadi, penurunannya sekitar 2,62 persen," ucapnya.

Perolehan sangat ketat di level partai papan menengah, di mana PKB 8,15 persen, Demokrat, 7,89 persen, PAN 7,89 persen, Nasdem 7,48 persen, dan PKS 6, 15 persen.

"Sementara masyarakat yang masih ngambang atau swing vooters belum menentukan sikap sekiatar 2,38 persen," ungkap Deni.

Baca Juga: Poltracking: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kepuasan Publik Capai 78 Persen

Hasil survei menunjukkan Demokrat juga mengalami kenaikan sebagai dampak dari kadernya AHY yang ikut serta dalam kabinet menyukseskan program pemerintahan Prabowo Gibran.

"PAN tidak ketinggalan mengalami kenaikan atau trend positif dampak ketua umumnya Zulkifli Hasan masuk dalam kabinet Prabowo Gibran," paparnya.

Sementara data menunjukkan PKB, Nasdem dan PKS mengalami tren negatif atau penurunan.

Baca Juga: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo Capai 81,2 persen, Paling Tinggi Sektor Sosial Budaya

Menariknya dalam survei PRI ini, menurut Deni, terdapat partai non-parlemen megalami kenaikan atau tren positif yakni PSI di tahun 2024 bertengger di angka 2,81 persen menjadi 4,25 persen di Oktober 2025.

"Di sisi lain PPP mengalami degradasi 3,87 persen menjadi 1,85 persen," tuturnya.

Survei PRI memantau, sambung dia, jika pemilu dilaksanakan hari ini maka partai Gerindra akan bertengger di puncak, bersaing ketat dengan Golkar dan PDIP di kelompok papan atas.

Kesolidan infrastruktur mesin politik partai Gerindra, dinilai besar pengaruhnya dari sosok Prabowo Subianto sebagai Presiden yang menakhodai jalannya pembangunan merakyat sekaligus ketua umum partai.

Baca Juga: Kepuasan Publik Tinggi, Jadi Pemacu Semangat Pemerintah untuk Kerja Lebih Baik

"Berpotensi akan unggul di lima tahun ke depan," demikian menurut Deni Yusup, dalam paparannya.

Survei menggunakan metode simple random sampling, responden yang
terdistribusi secara acak di seluruh nusantara di 38 Provinsi, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, sebagai pemilih ketika survey dilakukan, diambil secara proporsional pada tingkat Provinsi dan random di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT.

Survei digelar pada 10-20 Oktober 2025. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sampel responden yang diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.