Ditanya Soal Jabatan di PSI, Jokowi: Saya Sebagai Motivator

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal kuat akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Namun, ia menegaskan proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengikuti mekanisme yang berlaku di internal partai.
Saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jokowi mengatakan setiap kader maupun tokoh yang ingin masuk PSI tetap harus melalui tahapan organisasi.
"Di PSI ada mekanisme partai yang harus dijalankan. Tidak bisa serta-merta langsung masuk begitu saja," ujar Jokowi, dikutip pada Minggu (21/6/2026).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan posisi yang akan ditempatinya di PSI, Jokowi memilih merespons santai.
Ia menyebut peran yang saat ini paling cocok baginya adalah menjadi penyemangat bagi partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.
"Sebagai motivator," kata Jokowi sambil tersenyum.
Meski belum resmi menjadi bagian dari struktur PSI, Jokowi memastikan komitmennya untuk membantu partai tersebut menghadapi kontestasi politik mendatang.
Baca Juga: Honda Prelude 2027 Limited Edition Meluncur dengan Warna Merah Eksklusif, Harga Tembus Rp600 Jutaan
Ia bahkan menegaskan siap bekerja maksimal demi mendongkrak kekuatan PSI.
"Saya sudah sampaikan saat Kongres dan Rakernas PSI, saya akan bekerja mati-matian untuk PSI," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali juga mengungkap keyakinannya bahwa Jokowi pada akhirnya akan bergabung dengan PSI. Menurut dia, hal tersebut hanya tinggal menunggu waktu.
"Saya yakin beliau akan masuk PSI. Soal nanti jabatannya apa, itu bukan ranah saya untuk menjawab," kata Ahmad Ali.
Ali menjelaskan, saat ini fokus utama PSI adalah memperkuat fondasi organisasi dan konsolidasi struktur partai di berbagai daerah. Ia mengaku mendapat tugas untuk membantu pembenahan internal tersebut.
Selain itu, Ali turut menanggapi sorotan publik terhadap aktivitas Jokowi yang belakangan disebut akan berkeliling ke sejumlah daerah. Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan dari langkah tersebut.
"Beliau warga negara Indonesia dan mantan presiden dua periode. Sangat wajar jika melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Tidak ada alasan untuk meresponsnya secara berlebihan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








