Budi Arie: Jangan Adu Domba Projo dengan Jokowi, Projo ya Jokowi, Jokowi ya Projo

AKURAT.CO Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, mengklarifikasi pernyataannya yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat usai menyebut bahwa Projo bukan kependekan dari Pro Jokowi.
Budi Arie menegaskan bahwa lahirnya Projo justru karena adanya Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo. Menurutnya, kesalahpahaman terjadi karena banyak pihak yang memotong ucapannya secara tidak lengkap.
"Projo ini lahir karena adanya Pak Jokowi, tidak ada Projo tanpa Pak Jokowi. Pasti kita tidak pernah mengingkari itu. Makanya jangan dipotong-potong, saya bilang Projo bukan Pro Jokowi, langsung dipotong gitu," jelasnya dalam sesi Akurat Talk, dikutip Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: PDIP Sindir Rencana Budi Arie Gabung Gerindra: Agenda Titip Gibran?
Berdasarkan sejarahnya, Budi Arie menjelaskan, Projo adalah sebuah kata yang memiliki makna negeri dan rakyat. Dalam bahasa Sansekerta artinya negeri dan dalam bahasa Jawa Kawi artinya rakyat.
Makna kata Projo dipilih karena sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam diri Jokowi. Sehingga, Budi Arie menyebut tidak benar jika ada pihak yang coba untuk menjauhkan Projo dengan Jokowi.
"Sehingga Projo itu atau kaum Projo atau orang-orang Projo adalah orang-orang yang mencintai negeri dan rakyat. Dan itu ada dalam diri Pak Jokowi, nilai-nilai itu ada dalam Pak Jokowi," ujarnya.
Baca Juga: Gelombang Penolakan Budi Arie
Mantan Menteri Koperasi itu pun meminta semua pihak untuk tidak mengadu domba Projo dengan Jokowi. Sebab, Projo dan Jokowi memiliki keterkaitan yang kuat serta tidak bisa dipisahkan.
"Jangan diadu domba kami dengan Pak Jokowi, enggak mungkin. Projo ya Pak Jokowi, Pak Jokowi ya Projo lah karena nilai-nilainya terkandung dan terealisasi dalam diri Projo," katanya.
Sebelumnya, Budi Arie menjelaskan soal makna dari nama Projo. Ia membantah bahwa nama Projo memiliki keterkaitan dengan nama mantan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi.
Baca Juga: Transformasi Projo Dinilai sebagai Sinyal Budi Arie Mulai Menjauh dari Jokowi
Dia menyebut kata Projo diambil dari bahasa Sansekerta dan Jawa Kawi yang memiliki makna negara dan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Budi Arie di sela-sela Kongres Ke-III Projo yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (1/11/2025).
"Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi, Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sanskerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat. Jadi, kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya," jelasnya.
Baca Juga: Budi Arie: Projo itu Bukan Pro Jokowi
Meskipun memiliki logo wajah Jokowi, Budi Arie menegaskan bahwa Projo tidak pernah memperkenalkan diri dengan sebutan Pro Jokowi. Ia lantas menuding bahwa sebutan tersebut justru datang dari awak media.
"Projo. Memang enggak ada. Cuma teman-teman media kan ya Projo, Pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan saja," bebernya.
Bersamaan dengan itu, Projo juga akan melakukan perubahan logo dan mengganti gambar wajah Jokowi agar organisasi relawan ini tidak terkesan individual.
Baca Juga: Dikabarkan Kena Reshuffle, Budi Arie Irit Bicara
"Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (tidak lagi wajah Jokowi)," kata Budi Arie.
Wawancara lengkap Pemimpin Redaksi Akurat, Aldi Gultom, dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dapat pembaca simak dalam tayangan program Akurat Talk di kanal Youtube Akuratco.Klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









