Akurat

Didi Mahardhika Soekarno Tegaskan Setia kepada Prabowo dan Gerindra

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 9 Februari 2026, 12:16 WIB
Didi Mahardhika Soekarno Tegaskan Setia kepada Prabowo dan Gerindra

AKURAT.CO Nama Didi Mahardhika Soekarno, cucu Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali menyita perhatian publik.

Bukan semata karena garis keturunannya, melainkan juga pilihan jalur politik yang dinilai berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno.

Mahardhika menyatakan sikap politik yang ia ambil bukan keputusan sesaat. Ia mengaku berjalan di atas dua amanah yang ia pegang teguh, yakni amanah dari sang ibunda Almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, serta amanah dari Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.

"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," tutur Mahardhika, dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Pada momen Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI-Polri di Istana, Sampaikan Pengarahan dan Evaluasi

Gerindra Dinilai Paling Mencerminkan Ajaran Bung Karno

Mahardhika menjelaskan, pilihannya berlabuh di Partai Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Ia menilai, Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya mengadu-benturkan.

"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal.

"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," ujarnya.

Baca Juga: Pesan Prabowo di HUT Gerindra: Setia Berjuang dan Mengabdi kepada Rakyat

Dikotomi Politik Lama Dianggap Tak Relevan

Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Suharto dan pembelahan serupa.

Menurutnya, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa.

"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.

Ia juga menyayangkan penggunaan tokoh-tokoh besar sebagai alat politik yang justru memunculkan narasi memecah belah.

"Kasihan masyarakat. Mereka disajikan hal negatif, dijual gambar tokoh-tokoh yang akhirnya berdampak semu, hanya pseudo," tambahnya.

Baca Juga: Perebutan Cawapres untuk Prabowo Berpotensi Jadi Arena Politik 2029

Pilihan Politik untuk Menyatukan

Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun ia menegaskan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni menyatukan, bukan membelah.

Dengan tetap memegang amanah keluarga serta keyakinannya terhadap visi Presiden Prabowo Subianto, Mahardhika menempatkan dirinya sebagai figur yang ingin menghadirkan wajah politik yang lebih sejuk dan matang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.