Prabowo Temui Deretan Investor Elite AS, Pemilik Klub Top Eropa Ikut Duduk Semeja

AKURAT.CO Prabowo Subianto menerima 12 pengusaha dan investor terbesar Amerika Serikat dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kerja sama investasi strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa para pengusaha tersebut sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN.
“Pada siang hari ini, Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC, 20 Februari 2026. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Dihadiri Tokoh Investasi Global
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh investasi global ternama, di antaranya:
Baca Juga: Program MBG Dorong Pertumbuhan Pertanian dan Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
-
Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers.
-
Armen Panossian, CEO Oaktree dan pemilik klub Italia Inter Milan.
-
Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners.
-
Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic.
-
Al Rabil, CEO Kayne Anderson.
-
Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR.
-
Michael Weinberg, Chairperson Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP).
-
Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM).
-
Luke Taylor, Co-President Stonepeak.
-
Nabil Mallick, COO Thrive Capital.
-
Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus.
-
Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Komitmen Iklim Investasi Kondusif
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” kata Teddy.
Pertemuan di Washington DC ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah memasuki fase baru sebagai negara yang stabil, percaya diri, dan siap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
Baca Juga: Jelang Aturan Baru BEI, Pemegang Saham CBDK Jual 25 Juta Saham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







