Akurat

Kenapa Hubungan AS dan Rusia Selalu Tegang? Ini Sejarah dan Penyebabnya

Wahyu SK | 28 Desember 2025, 21:06 WIB
Kenapa Hubungan AS dan Rusia Selalu Tegang? Ini Sejarah dan Penyebabnya

AKURAT.CO Rusia dan Amerika Serikat (AS) adalah dua negara super power yang terlibat dalam persaingan sengit, yang sering memegang peran dalam menentukan arah stabilitas dunia.

Amerika adalah negara yang sudah mendominasi semua sektor yang ada di seluruh dunia. Amerika berhasil memimpin organisasi tingkat internasional seperti NATO, G7, PBB lembaga keuangan IMF dan bank dunia.

Amerika juga berhasil menguasai dunia militer, ekonomi dan teknologi. Hal ini diperkuat oleh dollar Amerika menjadi mata uang tukar di dunia serta menjadi pusat perkembangan teknologi seperti perusahaan Google, Microoft, dan Apple.

Rusia tidak kalah mendominasi di dunia militer, energi, dan penyeimbangan multipolar. Hingga saat ini Rusia sangat kuat dalam menentang dominasi yang dilakukan oleh oleh barat dan ingin mendorong tatanan dunia lebih terbagi ke depannya.

Rusia adalah negara maju yang memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas dunia.

Pada saat perang melawan Ukraina, Rusia menunjukkan kapasitasnya sebagai negara militer yang berhasil mempengaruhi stabilitas kawasan secara langsung.

Sebagai negara yang memiliki wilayah yang luas, Rusia memiliki sumber energi terbesar didunia.

Bagi Eropa Dan Asia, Rusia adalah pemasok utama gas alam dan minyak bumi. SDA yang mereka miliki di kelola dengan sangat baik sehingga menjadi instrumen dalam negosiasi dan diplomasi politik internasional dengan negara lain.

Awal Mula Terjadinya Persaingan

Perang dingin antara AS dan Uni Soviet berlangsung sejak 1947 hingga 1991 yang bertepatan setelah runtuhnya Uni Soviet.

Rusia sempat menjadi mitra barat dengan bergabung menjadi anggota G8 dan menjalankan kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat.

Akan tetapi sejak adanya ekspansi NATO, Rusia merasa di khianati dan merasa ini adalah ancaman langsung dari pihak barat, akan tetapi AS mengemukakan bahwa ini adalah upaya menjaga stabilitas demokrasi di Eropa.

Sampai saat ini, kedua negara tersebut saling memperebutkan kepentingan global dan berusaha menyebarkan pengaruh di tingkat internasional.

Amerika berusaha mempertahankan sistem Unipolar sedangkan Rusia mendorong sistem multipolar, Amerika berusaha memperkuat NATO serta menggunakan sanksi finansial dan dominasi dolar, sedangkan Rusia menolak NATO dan menggunakan komoditas energi serta mencari alternatif pengganti dolar yaitu BRICS.

Latar Belakang Ketegangan Amerika dan Rusia

1. Akhir Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II Amerika dan Rusia pernah masuk dalam alinasi pihak sekutu yang hanya bersifat pragmatis yaitu aliansi yang terbentuk berdasarkan kepentingan sementara.

Akan tetapi ketegangan antara dua pihak itu mula terlihat ketika keduaa pemimpin Roosevelt/Truman dan Stalin memiliki pandangan yang berbeda mengenai masa depan Eropa timur.

Stalin ingin melindungi Soviet dari ancaman, untuk itulah dia ingin membuat zona penyangga/negara-negara satelit kominis sedangkan AS ingin menyelenggarakan sistem demokratis.

Hancurnya Inggris, Prancis dan Jerman pada waktu itu akhirnya menimbulkan kekosongan kekuasaan, dan yang tinggal hanyalah dua negara super power Amerika Serikat dan Rusia yang akhirnya berusaha berebut pengaruh global pada masa Perang Dunia II.

2. Ideologi yang Bertolak Belakang

Konflik ini berpusat pada cara pandang yang hanya memiliki satu pandangan cara hidup negara di masa depan dan bagaimana cara pemerintah akan memimpin negara. Sehingga lahirlah dua kekuatan yaitu Blok Barat dan Blok Timur.

Negara Blok Barat adalah negara yang berpihak kepada Amerika, menganut ideologi liberalisme dan kapitalisme, serta menentang komunisme yang diwakili oleh Blok Timur (Uni Soviet).

Untuk itu misi dari blok barat adalah membendung terjadinya penyebaran komunisme.

Blok Timur menganut paham komunisme yang bersekutu dengan Uni Soviet di bawah pengaruh hubungan politik, ekonomi, dan militer selama terjadinya perang dingin sekitar tahun 1945-1990.

3. Perlombaan Senjata Nuklir

Setelah di bomnya Jepang di kota Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945 Uni Soviet mulai merasakan adanya ancaman terhadap proyek nuklir pada tahun menguji bom atom pada tahun 1949 era arms race pun dimulai ke dua negara besar ini menimbun ribuan ledak nuklir.

Bahkan pemahaman doktrin MAD (Mutually Assured Destruction) secara tidak langsung menengahi perang terbuka secara langsung.

Hal ini dikarenakan Rusia dan Amerika sama-sama unggul dalam bidang militer, ketika satu pihak menyerang dengan nuklir, maka pihak lain akan membalas dengan kekuatan yang sama dan ke dua negara akan berakhir musnah total.

4. Perlombaan Ruang Angkasa

Tidak hanya bersaing tentang energi di Bumi saja, Amerika dan Rusia saling membuktikan siapa paling unggul tentang teknologi masa depan dan luar angkasa.

Pada tahun 1957 Rusia berhasil meluncurkan satelit pertamanya yang bernama Sputnik sehingga AS merasa terhina terhadap ancaman militer ini dikarenakan peluncuran satelit sama dengan teknologi rudal balastik antar benua.

Tidak berhenti di situ, luar angkasa sudah menjadi area tempur antara kedua negara super power tersebut, di mana Soviet menjadi negara pertama yang berhasil mengirim manusia ke luar angkasa yakni Yuri Gagarin pada tahun1961.

Dan akhirnya dibalas oleh Amerika dengan cara mengirimkan manusia pertama dan berhasil mendarat di Bulan dengan Apollo 11 tahun 1969.

Saat ini Rusia dan Amerika sudah memiliki konflik yang lebih luas, rivalitas tanpa batas sudah menjadi warna kedua negara tersebut. Persaingan mulai beralih menjadi pertarungan geopolitik dan pengaruh global.

Persaingan ini melibatkan negara-negara di dunia, ini bukan hanya tentang siapa yang lebih dominan akan tetapi siapa yang lebih kuat mengontrol tatanan kehidupan dunia di masa depan.

Laporan: Fikhra Azmi/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK