Jejak Karier dan Profil Sari Yuliati yang Resmi Jadi Wakil Ketua DPR RI, Gantikan Adies Kadir

AKURAT.CO Sari Yuliati resmi menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024–2029, menggantikan Adies Kadir yang beralih tugas menjadi calon hakim Mahkamah Konstitusi.
Lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976, Sari Yuliati memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil dan hukum, serta telah dua kali terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II.
Karier politiknya dimulai dari organisasi sayap Partai Golkar pada tahun 2004, ia dikenal sebagai figur yang berpengalaman di parlemen, khususnya dalam bidang hukum dan keuangan.
Profil Sari Yuliati
Sari Yuliati yang lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976, telah resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Ia menggantikan Adies Kadir yang mengundurkan diri setelah disetujui sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi.
Sari Yuliati merupakan politikus dari Partai Golkar dan menjabat sebagai anggota DPR-RI sejak tahun 2019.
Latar Belakang Pendidikan
Sari Yuliati menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta. Ia merupakan alumni SDN 3 Pagi Duren Sawit (1982–1988), SMP Negeri 27 Duren Sawit (1988–1991), dan SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun (1991–1994).
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi Sarjana Teknik Sipil di Universitas Trisakti (1995–2000), dan lulus sebagai salah satu lulusan terbaik dengan IPK tertinggi di angkatannya.
Kemudian, ia meraih gelar Magister Teknik (M.T.) dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia (2001–2003), menyelesaikan studi dalam waktu 18 bulan.
Di tengah kesibukan politiknya, Sari Yuliati kembali menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (2020–2025).
Saat ini, ia sedang menempuh program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Jejak Karier Politik Sari Yuliati
Karier politik Sari Yuliati di Partai Golkar dimulai pada tahun 2004, ketika ia bergabung dengan organisasi sayap Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sebagai bendahara. Sejak saat itu, ia memegang berbagai posisi penting di partai, antara lain:
Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar: 2004–2009
Anggota Kaderisasi Partai Golkar: 2009–2014
Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar: 2009–2014
Bendahara Umum DPP Partai Golkar (kubu Agung Laksono): 2014–2016
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar: 2016–2017
Wakil Bendahara Umum Koordinator Bidang Indonesia Timur: 2017–2019
Ketua Koordinator Wilayah Provinsi NTB DPP Partai Golkar: 2017–2019
Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar: 2018–2019, 2019–2024
Bendahara Umum DPP Partai Golkar: Saat ini
Sari Yuliati terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Ia mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Sebelum menjabat Wakil Ketua DPR RI, ia merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Kekayaan Sari Yuliati
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 15 Juli 2024, total kekayaan Sari Yuliati tercatat sebesar Rp 55.661.774.154.
Aset terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp 47,9 miliar, yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan.
Selain properti, ia juga memiliki dua kendaraan pribadi, yaitu Mercedes Benz GLE250D tahun 2016 dan Toyota Fortuner 4VRZ 4X4 AT Diesel tahun 2019.
Harta lainnya termasuk kas dan setara kas sebesar Rp 7,7 miliar, serta utang sebesar Rp 576,7 juta.
Sari Yuliati tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, maupun aset lain di luar yang telah dilaporkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








