Indonesia Resmi Bergabung Dewan Perdamaian Gaza, Ini Penjelasan Menlu

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menegaskan, komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perdamaian Palestina melalui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.
Sugiono mengatakan, penandatanganan Piagam (Charter) Board of Peace oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan kelanjutan dari proses dialog panjang dan serangkaian pertemuan internasional, khususnya antara negara-negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas Muslim, terkait situasi di Palestina.
“Penandatanganan Charter Board of Peace ini merupakan bagian dari proses yang selama ini kita lakukan dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian, serta mendukung rehabilitasi pascakonflik di Palestina, khususnya Gaza,” ujar Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, pembentukan Board of Peace lahir dari tekad bersama komunitas internasional untuk terlibat secara lebih konkret dalam mewujudkan perdamaian yang bersifat permanen di Gaza.
Proses tersebut berlanjut hingga pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan Piagam Board of Peace.
Baca Juga: Megawati Rayakan Ultah ke-79 di Istana Batu Tulis, Dihadiri Keluarga dan Elit PDIP
Sugiono menegaskan, Indonesia memandang keikutsertaan dalam BoP sebagai langkah penting karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya bagi rakyat Palestina.
Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia bergabung setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli terhadap perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya situasi di Palestina. Karena Board of Peace ini bagian dari upaya mencapai perdamaian tersebut, maka Indonesia harus berada di dalamnya,” tegas Sugiono.
Keputusan tersebut juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.
Sejumlah negara yang sepakat bergabung antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.
“Dua hari sebelum penandatanganan, negara-negara tersebut bersepakat untuk bergabung bersama Board of Peace,” ungkapnya.
Sugiono meyakini keberadaan Board of Peace merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian Palestina.
Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan dapat memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
“Kami memastikan bahwa upaya Board of Peace tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” pungkasnya.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir Hari Ini, Ratusan Warga Mengungsi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja









